Ubah Bonggol Jagung Jadi Kerajinan Tangan

241
Foto : Abdul Munip saat melatih warga Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro membuat handicraft dari bonggol jagung, Rabu (14/08/2019).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Boleh jadi, selama ini bonggol jagung masih dipandang sebagai limbah atau sampah yang kurang berguna. Namun, ditangan orang-orang kreatif, bonggol jagung bisa diubah menjadi kerajinan tangan (handicraft) yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Potensi itulah yang diangkat oleh 40 mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Melalui tema program, Pengembangan Masyarakat Desa Jono Melalui Integrafi Ekonomi Kreatif dan Wisata Budaya, salah satu program kerjanya adalah Pelatihan Pengolahan Bonggol Jagung Menjadi Handicraft.

Pelatihan itu dilaksanakan pada Rabu (14/08/2019) di Balai Desa Jono. Pelatihan diikuti oleh puluhan para pemuda, dan warga Desa Jono, baik laki-laki maupun perempuan. Pelatihan mendatangkan Abdul Munip, S.Pdi. yang selama ini dikenal sebagai pegiatan handicraft dan ekonomi kreatif Bojonegoro.

Menurut Wisam Mahdi Muhammad, ketua KKN Unigoro Kelompok IV, pelatihan ini bertujuan untuk mengolah limbah bonggol jagung yang banyak berserakan di rumah warga, menjadi kerajinan tangan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Bonggol jagung ini kemudian disulap menjadi tempat lampu, tempat tisu maupun pigura yang indah dan menarik.

Wisam merasa senang melihat antusias dari warga yang mayoritas ibu rumah tangga aktif mengikuti kegiatan ini. “Tujuan dari kegiatan ini mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana semangat pengabdian benar-benar kita jalankan, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat sekitar dalam menyikapi limbah yang ada di sekitar mereka,” kata mahasiswa Fakultas Teknik ini.

Selain pelatihan dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif, KKN kelompok IV juga akan mengadakan Festival Budaya Milenial dalam rangka menumbuhkan semangat berbudaya kepada kaum milenial. Dimana Desa Jono dikenal sebagai desa wisata budaya, maka dari itu regenerasi merupakan hal yang sangat penting.

“Kami sangat mengapresiasi Kelompok 4 KKN Unigoro dalam melaksanakan tugasnya. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat banyak kepada warga khususnya masyarakat di Desa Jono,” ungkap Kepala Desa Jono, Dasuki *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY