Tingkatkan Kesejahteraan Petani, LPPM Unigoro Gelar Sekolah Lapang Pertanian

260
Foto : Wakil Dekan Faperta Pertanian, Ir. Darsan dengan Kacang Panjang yang telah diolah dengan Nutrisi Darsan hasil karyanya.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki 2 musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Dan pada saat musim hujan 2016-2017 yang diperkirakan bulan September 2016 sampai Mei 2017 ini, dimanfaatkan petani untuk menanam padi, termasuk petani di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dalam siklus menanam padi di Kecamatan Gayam, seperti wilayah lainnya biasanya dua kali yang dikenal dengan Walikan. Namun ada yang berbeda pada masa walikan tahun 2017 ini. Yakni salah satu petani di Desa/ Kecamatan Gayam, Nuruddin memutuskan tidak menanam padi, tetapi menanam kacang panjang dengan mengaplikasikan Nutrisi Darsan.

Untuk diketahui, Nuruddin ini anggota Sekolah Lapang Pertanian (SLP) program kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Yang mana SLP ini bertujuan Edukasi, Pendampingan, dan Penelitian untuk peningkatan produktivitas pertanian.

“Setelah Nuruddin berkonsultasi dengan Tim SLP LPPM Unigoro tentang tanaman selain padi untuk masa walikan ini, maka kami berikan saran untuk mencoba menanam kacang panjang dengan mengaplikasikan Nutrisi Darsan. Dan akhirnya ia mencoba nanam kacang panjang, namun karena baru uji coba maka nuruddin hanya nanam 4 gulud,” ujar Kepala LPPM Unigoro, Laily Agustina kepada media, Rabu (31/05/2017).

Selanjutnya setelah tiba masa panen, yang awalnya belum kelihatan bagaimana pengaruh Nutrisi Darsan ke tanaman kacang, tetapi setelah panen 1 minggu baru kelihatan, kacang panjang bisa dipanen setiap hari.

“Perharinya kacang panjang panen 25 ikat Mas. Lalu kacang panjangnya saya titipkan ke warung-warung dengan harga 1 ikatnya Rp.1000. Jadi total saya dapat Rp.25.000,” kata Nuruddin sambil bersyukur, karena biasanya belum pernah nanam kacang panjang bisa panen setiap hari.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unigoro, Ir. Darsan, M.Agr., selaku tim SLP LPPM Unigoro saat dikonfirmasi media menyampaikan, bahwa panen kacang panjang bisa berlangsung selama 1,5 bulan. Hal ini didasarkan pada pengalamannya ketika menanam kacang panjang, bisa panen dengan hasil hingga Rp.8 juta per 1000 m2.

Selain itu, Ir. Darsan menyampaikan, program SLP LPPM Unigoro yang telah dilaksanakan sejak Desember 2016 sampai Juni 2017 di 3 Desa se- Kecamatan Gayam, meliputi Desa Gayam, Desa Mojodelik, dan Desa Bonorejo ini, akan ditutup dengan panen raya padi secara simbolis pada hari ini Rabu, 31 Mei 2017 jam 15.00, di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam.

“Sebagai upaya pencanangan peningkatan kesejahteraan petani Kecamatan Gayam. Maka pada hari ini Rabu, 31 Mei 2017 jam 15.00 akan digelar penutupan program SLP LPPM Unigoro. Dengan diawali panen raya padi secara simbolis, dan berbagai acara penutupan yang bertempat di Pendopo Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jatim,” pungkasnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY