Tim lomba Desa Se- Jawa Timur 2017 Akhirnya Datangi Desa Plesungan Bojonegoro

820
Foto : Ir Heru Suseno (tengah), selaku Ketua Tim Penilai lapang lomba Desa dan Kelurahan tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2017, yang didampingi Sekda Bojonegoro, Drs. Soehadi Moeljono dan Ketua TP PKK Bojonegoro, Hj. Mahfudhoh Suyoto, saat mengunjungi Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (13/05/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Setelah dinyatakan lolos administrasi, maka Rombangan Tim Penilai lapang lomba Desa dan Kelurahan tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2017 yang diketuai Agus Wahyudi melakukan penilaian lapang di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (13/05/2017) pagi.

Dengan disambut Tarian Garuda Nuswantara dari sanggar tari Dinas Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, rombongan penilai ini diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Drs. Soehadi Moeljono dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Dra. Hj. Mahfudhoh Suyoto, M.Si.

“Suatu kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan Desa Plesungan yang berkesempatan untuk dinilai dalam lomba Desa dan Kelurahan tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2017 ini,” demikian sambutan Sekda Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono yang dalam kesempatan ini mewakili Bupati Bojonegoro.

Selanjutnya Sekda Soehadi Moeljono menyampaikan, bahwa dengan lomba ini akan menjadi media bagi kemajuan Desa Plesungan, Kecamatan Kapas ini. Apalagi Desa Plesungan ini dipersiapkan sebagai desa dengan percepatan pembangunan yang akan menjadi literasi tak hanya bagi Bojonegoro namun bagi Indonesia.

“Desa Plesungan ini merupakan bagian dari program DESA MEMBANGUN yang tertuang kedalam bebagai Peraturan Bupati (Perbup). Diantaranya Perbub No.47 tahun 2014 tentang Gerakan, Desa Sehat dan Cerdas (GDSC). Yang Didalamnya ada 20 indikator keberhasilan pembangunan desa,” jelas Sekda Soehadi Moeljono.

Selain itu, untuk menyukseskan Program DESA MEMBANGUN, lanjut Sekda. Maka Bojonegoro meliputi 419 desa dan 11 kelurahan yang terdiri 213 desa swakarya dan  217 desa swasembada ini, diberikan ADD disetiap desa minimal 1 milyar dan 2 milyar.

Sekda menambahkan, pemanfaatan keuangan dengan melibatkan segenap komponen yakni Wali Amanah Desa dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan ditingkat desa. Bahkan pelaporan sistem.keuangan desa bekerjasama dengan BPKP.

“Program DESA MEMBANGUN di Bojonegoro ini juga menerapkan OGP. Yang mana salah satunya rencana, realisasi kegiatan, dan bentuk pelaksanaan pembangunan Desa terpampang di balai Desa, dan lainnya, sehingga bisa diketahui semua warga,” tambah Sekda.

Menurut Sekda, hal lain adalah setiap desa juga memanfaatkan Web Desa, kemudian untuk ketersediaan data melalui  inovasi data dasa wisma yang data tersebut realtime yang bisa diakses secara online.

Untuk diketahui, Program DESA MEMBANGUN ini tertuang dalam Perbup No.46 tahun 2014 tentang penyusunan APBDes. Lalu Perbup No.55 tahun 2014 tentang wali amanah sebagai pengawas pelaksanaan pembangunan Desa. Dan Perbup No.56 tahun 2014 tentang LPPD, sebagai Panduan pelaporan pengolaan keuangan dan hasil pembangunannya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Ir Heru Suseno dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro dan Pemerintah Desa yang telah bekerja keras untuk memberdayakan pembangunan desa. Tugas ini adalah tugas bersama memgembangkan desa dan bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Lomba desa dan kelurahan berbeda ditahun 2017 ini, berbeda ditahun-tahun sebelumny . Kali ini sesuai dengan permendagri 81 tahun 2012. Yakni ada evaluasi diri untuk mengetahui kemampuan diri sendiri yakni status desa mulai desa kurang berkembang, berkembang atau desa cepat berkembang,” ungkapnya.

Sekilas Heru mengatakan, bahwa Desa Plesungan karakternya mirip dengan kelurahan. Menurutnya itu sekilas saat melihat sepanjang perjalanan. Yang utama adalah bagaimana memberdayakan seluruh komponen desa untuk terlibat dan berperan aktif.

Ditambahkan Heru, Tim penilai nanti akan terbagi dalam beberapa kelompok yang akan melakukan pantauan dan dialoq. Tim terdari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Polda Jatim, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur serta dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Masih dalam kesempatan ini, Kades Plesungan, M. Khoiri menjelaskan, desa ini terdiri 18 RT dan 2 Dusun. Serta jumlah penduduknya 3039 jiwa ditahun 2015, dan 3056 jiwa ditahun 2016. Tidak ada angka kematian bayi sejak 4 tahun lalu. pengangguran ada 6 orang ditahun 2015 dan 2016 menjadi 5 orang karena karakter yang bersangkutan yang tidak bisa.

Dijelaskan, ujung tombak adalah ditingkat RT mulai administrasi, 19 Perdes telah disahkan sejak tahun 2015 dan 2016. Tanah kas desa dilelang ke masyarakat dan uang disetor dalam rekening desa. Sedang APBDes ditahun 2016 pendapatan 2.136.062.400 rupiah dan belanja 2.129.791.080 rupiah pembiayaan 6.348.431.

Lebih lanjut Kades M. Khoiri menyampaikan, Desa ini mengratiskan biaya pendidikan anak usia dini khususnya biaya SPP setiap bulan. Desa ini juga menggerakkan iuran untuk membantu persalinan bagi para ibu hamil senilai 1000 rupiah setiap bulan yakni Dana Sehat.

Menurut Kades M. Khoiri, bahwa warga juga memiliki kesadaran untuk melakukan donor darah rutin. Kita ada MoU bersama Dinas Kesehatan yakni warga siap untuk melakukan donor darah jika ada yang membutuhkan. Dan Pemdes juga membuat MoU dengan warga yang memiliki kendaraan untuk siap mengantar jika ada tetangga yang membutuhkan kendaraan dalam kondisi darurat semisal mengantar ke rumah sakit.

Untuk turut serta meningkatkan pendapatan warga, Desa Plesungan menggelar bazar produk lokal warga desa plesungan. Gotong Royong rutin setiap minggu wage.diakhir tahun desa ini melakukan evaluasi kinerja perangkatnya dengan memberikan reward kepada perangkat dan masyarakat yang peduli dengan lingkungan dan tokoh tokoh berprestasi bidang lainnya.

“Dengan kerjasama yang baik semua fihak, maka Desa Plesungan mendapatkan prestasi, antara lain terbaik I GDSC award, terbaik I GBB  dan juara III Lomba Desa  SIAGA AKTIF Tingkat Provinsi Jawa Timur. Bahkan desa Plesungan menjadi sasaran study banding dari Provinsi  Bangka Belitung,” jelas Kades M. Khoiri.

Seusai acara ceremonial ini, acara dilanjutkan dengan penilaian lapangan di titik-titik pemantauan. Adapun titik pantau penilaian meliputi seluruh kegiatan yang dilaksanakan di Pemdes Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. *[Bp]

LEAVE A REPLY