Stop Belanja Mobil Dinas, APBD Uang Rakyat Bukan Harta Warisan

366
Foto : Aksi MCW dan Mahasiswa di depan Balaikota Malang

Bengawanpost.com,  Malang – Puluhan  anggota Badan Pekerja Malang Corruption Watch (MCW) bersama mahasiswa se-Malang Raya, Mengadakan aksi damai di depan kantor Walikota Malang, Jum’at (10/06/2016). Aksi yang dimulai jam.10.00 ini untuk menuntut pembenahan dalam pengolahan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tahun 2016.

Saat di depan halaman kantor Walikota Malang yang dijaga ketat oleh pihak polisi, massa aksi berjalan di depan pintu gerbang dengan membawa replika mobil lalu melemparkannya di depan halaman kantor Walikota Malang, harapannya replika mobil itu dapat menjadi symbol pembenahan dalam pengolahan anggaran Pemkot Malang.

Menurut Zainudin selaku korlap aksi dalam orasinya menyatakan tuntutannya, “Kami menuntut kepada Pemkot Malang menghentikan pembelian mobil dinas (mobdin) yang tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat dan focus merealisasikan visi-misi peduli wong cilik dengan realistis, bukan hanya janji-janji kosong belaka,” katanya.

Menurut data dari MCW, Alokasi anggaran tahun 2014-2016 untuk penanggulangan gizi buruk di Kota Malang hanya senilai Rp. 15 Miliar, sebaliknya anggaran pembelian mobdin dari tahun 2014-2016 mencapai Rp. 39.218.965.792,00. rinciannya pertahun, 2014 sebesar Rp. 14.907.892.650,00, 2015 Rp. 18.804.672.092,00, dan 2016 Rp. 6.006.401.050,00.

Zainudin menambahkan, “Karena adanya ketidak adilan dalam pengolahan anggaran di Kota Malang ini, maka kami menuntut Pemkot mengembalikan fungsi penggunaan  APBD untuk kepentingan public, dan meminta DPRD Kota Malang agar membatalkan dan menghapus belanja mobdin pada saat PAK APBD tahun 2016”, tambahnya.

Sementara itu, Aksi berlangsung cukup tegang sampai berakhir jam.11.00 tidak ada satupun perwakilan dari Pemkot maupun Walikota Malang sendiri yang datang ataupun menghampiri massa aksi untuk mengklarifikasi atas apa yang diperjuangkannya. [Fi/Red]

LEAVE A REPLY