SPTI Bojonegoro dan Fihak Terkait Akhiri Polemik Jalan Vetaran

708
Foto : Hearing Komisi A DPRD Bojonegoro masalah polemik Jalan Veteran, 2016

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Seiring dengan berakhirnya polemik rencana rekayasa Jalan Veteran (JV) Kota Bojonegoro, maka Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Transportasi Indonesia – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC SPTI-SPSI) Kabupaten Bojonegoro, menyatakan mendukung dan menjalankan hasil hearing di Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Senin (15/08/2016).

Hearing selain dihadiri anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, juga dihadiri SKPD terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perijinan, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Satlantas, dan hadir pula Direktur Go Fun, Budiono serta Ketua DPC SPTI-SPSI Bojonegoro, Bambang Harianto.

Menurut Ketua DPC SPTI-SPSI Bojonegoro, Bambang Harianto mengatakan, “Sejak dihentikan atau dibatalkannya rencana kebijakan satu arah di JV, Kota Bojonegoro, lewat rapat hearing ini. Maka kami segenap pekerja transportasi, khususnya pekerja bis jurusan Bojonegoro-Surabaya, siap menjalankan semua hasil keputusannya,” katanya sesusai hearing.

Adapun hasil hearing, memberikan rambu lalu lintas (Lalin) juga melarang bus berhenti di JV, lalu Median jalan di JV sebelah selatan dihilangkan seluruhnya, untuk bus arah Bojonegoro-Surabaya dilarang berhenti di traffic light tapi langsung ke kiri, dan karena pelebaran jalan sulit dilakukan maka solusinya menghilangkan median JV.

Selain itu, Kepala Dishub Kabupaten Bojonegoro, Iskandar menegaskan, “JV dalam RT/RW adalah kawasan komersial dan perkantoran. Di JV selain terminal, ada juga Go Fun, Dewarna, KDS, RSUD, dan lainnya. Jadi dibutuhkan kebijakan untuk mendukungnya. Seperti rekayasa lalin di waktu-waktu tertentu agar tidak terjadi kemacetan,” tandasnya dalam rapat hearing.

Iskandar menambahkan, “Dengan semakin pesatnya perkembangan Kota Bojonegoro, maka selayaknya pembangunan jalan lingkar (ringroad) wilayah selatan Kota Bojonegoro segera direalisasikan secepatnya. Agar kendaraan-kendaran besar tidak ikut mengalami kemacetan di dalam kota, sekaligus juga membuka akses Kota Bojonegoro sebelah selatan,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Anam Warsito, Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, “Prinsipnya kita sangat mendukung bahkan mendorong masuknya investor swasta untuk membanggun Bojonegoro. Hal ini, kita bisa mencontoh Kota Batu yang bisa mengajak investor swasta sepenuhnya membanggun tempat-tempat wisata disana,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Go Fun, Budiono yang turut hadir menjelaskan kepada media seusai acara, “Go Fun resminya dibuka untuk umum pada tanggal 20 Agustus 2016. Untuk JV, kami sudah lakukan ujicoba dengan mendatangkan 10.000 karyawan grup perusahan Go Fun secara bersamaan, dan hasilnya tidak terjadi kemacetan di JV,” terangnya. [Id]

LEAVE A REPLY