Sidak Tim Satgas Pangan Temukan Serapan Beras Bulog Tidak Maksimal

210
Foto : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M Herry Subagyo bersama pejabat Kabupaten Bojonegoro lainnya, saat mendampingi Ketua Tim Satgas pangan pusat, Irjen Pol Eko Hadi Sutejo (Aslog Mabes Polri) dan rombongannya yang meninjau proses pengadaan dan penggilingan beras, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/08/2017) pagi.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Untuk mendukung kesuksesan program swasembada pangan nasional, Tim Satgas pangan pusat yang dipimpin Irjen Pol Eko Hadi Sutejo (Aslog Mabes Polri) meninjau langsung (Sidak) proses pengadaan dan penggilingan beras, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/08/2017) pagi.

Dalam sidaknya, Tim yang terdiri dari Kolonel Inf Daryatmo (Paban III Wanwil Sterad), Dr. Mat Syukur (Staf Khusus Kementan RI), Dr. Sam Herodian (Staf Ahli Kementan RI), dan didampingi Letkol Inf Nanang P (Pabandya Wanwil Sterdam V/Brw), Letkol Inf M Herry Subagyo (Dandim 0813), AKBP Wahyu Sri Bintoro (Kapolres Bojonegoro), Suharto (Disperindag), serta Kabulog Sub Divre III Bojonegoro ini, menemukan penyerapan beras di gudang Bulog Bojonegoro kurang maksimal.

“Penyerapan Bulog kurang maksimal dikarenakan kapasitas gudangnya kurang mencukupi untuk menampung beras yang ada di Bojonegoro ini,” ujar Ketua DPC Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pedagang Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Bojonegoro, Untung Basuki saat menerima sidak Tim pada gudang penggilingan padi miliknya di Dukuh Kalisari, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan berhentinya sistim sewa gudang, karena tidak sesuai dengan standart. Dan juga banyaknya Stok beras yang keluar wilayah Bojonegoro, disebabkan kurangnya gudang-gudang.

Selanjutnya, Tim mengunjungi gudang penggilingan padi milik Sekjen DPC Perpadi Kabupaten Bojonegoro, Arif Wahyudin, di Desa Pacul, Kec/Kab. Bojonegoro. Dilokasi ini Tim Satgas Pangan melakukan dialog singkat dengan pakar Upaya Khusus (Upsus), yang intinya pengadaan bahan baku terus diusahakan, supaya bisa membantu untuk pengisian gudang Bulog.

“Saat ini bahan baku Gabah kering panen (GKP) sangat langka, dan mahal di lapangan yakni mencapai harga Rp. 4.700/kg – Rp. 5000/kg, sehingga kami belum mampu untuk membantu pengadaan beras di Bulog. Namun kami tetap berkomitmen membantu semaksimal mungkin untuk mengisi beras di Bulog,” ucap Arif Wahyudin ketika acara ini.

Kemudian Tim melanjutkan kunjungannya ke gudang penggilingan padi UD. Kurnia Jaya milik Koh Ho, di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu. Dalam kunjungannya ini, Tim Satgas Pangan mengharapkan UD Kurnia ikut serta menjual hasil berasnya ke Bulog.

“Kami berharap, para pengusaha penyuplai beras dan semua fihak terkait di Bojonegoro bisa bersama – sama membantu pengisian beras di gudang Bulog secara maksimal. Hal ini untuk menyukseskan swasembada pangan nasional, dan sebagai wujud kecintaan kita terhadap kejayaan NKRI melalui beras,” tandas Irjen Pol Eko Hadi Sutejo dalam sidak ini.

Sementara itu, tepat jam 10.05. Rombongan Tim Satgas Pangan Nasional yang dipimpin Jendral bintang dua ini mengakhiri kunjungannya di Kabupaten Bojonegoro, dan selanjutnya rombongan menuju Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. *[Bp]

LEAVE A REPLY