Siap Hadapi Tantangan Global, STIE Enam Enam Kendari Rekonstruksi Kurikulumnya

261
Foto : Suasana workshop Kurikulum KKNI, di STIE Enam Enam, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jum’at (12/05/2017).

Bengawanpost.com, Kendari – Menyikapi perkembangan dan dinamika lingkungan kerja, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara berusaha untuk memutakhirkan kurikulum. Sehingga formulasi Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dijadikan sebagai acuan untuk penyusunan kurikulum yang akan diiplementasikan mulai tahun akademik yang akan datang.

Dalam pembukaan workshop rekonstruksi kurikulum, Ketua STIE Enam Enam, Kendari, Dr. Bakhtiar Abbas mengemukakan bahwa selama ini kurikulum yang dilaksanakan masih berbasis kompetensi yang berfokus Ijazah saja. Padahal, tuntutan perkembangan regional terutama dengan pemberlakukan Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara, mengharuskan alumni STIE Enam Enam perlu dipersiapkan juga kualifikasinya untuk menyongsong kondisi tersebut.

“Rekonstruksi kurikulum ini merupakan bagian dari kebijakan untuk tetap mempertahankan mutu,” tutur Dr. Bakhtiar Abbas saat menyampaikan sambutan membuka acara, Jum’at (12/05/2017). Adapun workshop ini akan berlangsung tanggal 12-14 Mei 2017 yang bertempat di kampus STIE Enam Enam, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Masih dalam kesempatan ini, Ketua panitia workshop, Dr. Abdul Razak yang juga wakil ketua STIE Enam Enam dalam laporannya saat pembukaan acara menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah rancangan sebagai bagian untuk terus meningkatkan mutu STIE Enam Enam. Harapannya dengan pengembangan kurikulum KKNI ini, maka profil lulusan yang akan dihasilkan STIE Enam Enam sudah dikembangkan sejak awal.

Untuk diketahui, acara workshop ini menghadirkan fasilitator, Dr. Dwi Cahyono, M.Si., Akt. Dengan panduan fasilitator kegiatan, diharapkan akan menghasilkan rancangan awal kurikulum dengan model KKNI yang merupakan dokumen awal dalam penyusunan buku kurikulum di STIE Enam Enam, Kendari ini.

Menurut Dr. Dwi Cahyono, bahwa dalam upaya melakukan kualifikasi terhadap lulusan perguruan tinggi di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Perpres No. 08 tahun 2012 tentang KKNI dan Lampirannya yang menjadi acuan dalam penyusunan capaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional, juknis Perpres ini Permendikbud no. 73 Tahun 2013.

Lebih lanjut Dr. Dwi Cahyono menjelaskan, dengan terbitnya Perpres No. 08 tahun 2012 dan UU PT No. 12 Tahun 2012 Pasal 29 ayat (1), (2), dan (3) telah berdampak pada kurikulum dan pengelolaannya di setiap program. Kurikulum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi menjadi mengacu pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Secara ringkas KKNI terdiri dari Sembilan level kualifikasi akademik SDM Indonesia.

Sementara usai workshop, Kepala PPM – UP STAIN Sorong – Papua Barat, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. yang ikuti acara ini menyampaikan, bahwa dengan adanya workshop KKNI ini diharapkan akan mengubah cara melihat kompetensi seseorang, tidak lagi semata Ijazah tapi dengan melihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas (formal, non formal, atau in formal) yang akuntanbel dan transparan. *[Bp]

LEAVE A REPLY