Selain Pembangunan Fisik, Bupati Bojonegoro Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

55
Foto : Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu'awanah saat memberikan pembinaan kepada tenaga kesehatan di PKM Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (12/09/2019).
Foto : Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu'awanah saat memberikan pembinaan kepada tenaga kesehatan di PKM Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (12/09/2019).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Pada Kamis (12/09/2019), Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah memberikan pembinaan kepada tenaga kesehatan di PKM Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Acara tersebut juga dihadiri oleh Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro – Dr. Ahmad Hernowo, Para Kepala Puskesmas dan tenaga-tenaga kesehatan, Dokter, Bidan, Perawat, Ahli Gizi baik PTT maupun THL zona IV, yang meliputi Kecamatan Tambakrejo, Ngraho, Bubulan, Gondang, Sekar, Temayang, Margomulyo dan Ngambon.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah menuturkan pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, karena dalam management kesehatan harus bersifat promotif, preventif, dan kuratif.

“Tingkatkanlah pelayanan kesehatan masyarakat, dan untuk penanganan terhadap warga-warga yang mempunyai resiko tinggi, yaitu penyakit kronis, penyakit menular, dan penyakit musiman harus tetap diwaspadai dan ditangani secara serius, jangan sampai terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan yang bisa merugikan masyarakat,” pesan Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah.

Lebih lanjut Hj. Anna Mu’awanah menyampaikan, bahwa indikator IPM masyarakat adalah kesehatan. Karena selain membangun fisik, kita juga membangun non fisik seperti bantuan-bantuan MCK di beberapa wilayah yang akan segera turun.

“Dalam penyusunan APBDES, tolong Pak Kades memasukkan komponen seperti gizi buruk, stunting, dan keluarga yang memiliki MCK tidak layak harus didata, nanti anggarannya bisa menggunakan Dana Desa dan support dari Pemkab,” tegas Hj. Anna Mu’awanah.

Disamping itu, Hj. Anna Mu’awanah juga menghimbau agar para tenaga kesehatan fokus pada penanganan gizi buruk anak-anak, dan stunting secara serius.

“Mohon untuk segera update melakukan pendataan ulang, didata secara faktual di desa-desa sesuai format faktor asupan gizi atau karena faktor keturunan. Karena data yang bagus akan menghasilkan analisa yang bagus, dan analisa yang bagus akan menghasilkan kebijakan yang tepat,” pungkas Hj. Anna Mu’awanah berpesan. *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY