Sejahterakan Masyarakat, Wabup Mojokerto Siap Kembangkan Wisata Edukasi di Watu Blorok

172
Foto : Forkopimcam Jetis, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Jajaran Perhutani KPH Mojokerto dan lainnya hadiri "Silahtirahmi & Rembung Desa Bersama Wabup Mojokerto", Rabu (07/08/2019).

Bengawanpost.com, Mojokerto – Pada Rabu (07/08/2019), suasana Wanawisata Watu Blorok di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto mulai pagi hari sudah ramai dikunjungi rombongan masyarakat yang akan mengikuti kegiatan “Silaturahim dan Rembug Desa Bersama Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto”.

Acara tersebut digagas oleh Camat Jetis, Iwan Abdillah dan dihadiri Wabup Mojokerto, Pungkasiadi beserta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Yayuk Pungkasiadi dan OPD, Forkopimcam Jetis, Kades Se- Kecamatan Jetis, Perhutani KPH Mojokerto, Ulama dan Masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Acara dimulai dengan penyerahan Bantuan Keuangan (BK) Desa senilai Rp.2,1 milyar untuk 5 Desa Se- Kecamatan Jetis yaitu Desa Canggu Rp.400 juta, Ngabar Rp.300 juta, Desa Mojorejo Rp.300 juta, Bendung Rp.300 dan Desa Parengan Rp.400 juta. Adapun tujuan BK Desa tersebut untuk pembangunan sarana prasarana desa sehingga desa bisa lebih maju.

“Terimakasih pada Pemkab Mojokerto, karena pembangunan infrastruktur di Kecamatan Jetis sudah berjalan dengan baik dan merata. Diantaranya beberapa lokasi di Kecamatan Jetis sudah dibangun jalan beton. Jalan Jetis arah Lakardowo setelah 20 tahun, akhirnya akan dibangun. Arah ke Ngabar juga dibangun, ini juga bisa nambahi akses ke Desa Penompo,” ucap Camat Jetis, Iwan Abdillah dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini Iwan Abdillah juga menyosialisasikan inovasi hasil perpaduan tekhnologi informasi yang bernama WATU BLOROK (Wadah Bersatu Berbagi Informasi Melalui Layar Monitor dan Radio Komunikasi di Era 4.0).

“Kecamatan Jetis sedang menyiapkan inovasi baru berupa perpaduan teknologi informasi kekinian dan kekunoan yang diberi nama WATU BLOROK. Konsepnya seperti command center yang canggih dan interaktif, itu yang kekinian. Sedangkan yang kekunoan, kita juga gabungkan yaitu repeater (Radio HT untuk komunikasi dua arah),” jelas Iwan.

Inovasi Watu Blorok ini nantinya akan melengkapi inovasi yang sudah ada. Antara lain Melayani dengan Hati Sampai Larut Malam (Melati Harum), Bayar Pajak Pakai Sampah di Bank Sampah (Jaka Sambang), Yuk Jumatan Yuk Silaturahmi Jumat Legi (Yuk Jum Yu Rahmi).

“Selain untuk melengkapi inovasi – inovasi sebelumnya baik itu Melati Harum, Jaka Sembung dan Yuk Jum Yu Rahmi yang merupakan kegiatan keliling Desa sambil sedekah oleh Camat Jetis yang membawahi 16 desa. Diharapkan pengambilan nama Watu Blorok bisa menjadikan Wanawisata Watu Blorok sebagai salah satu destinasi wisata utama di Mojokerto ini,” harap Iwan.

Foto : Senamun, salah satu peserta “Silahturahim & Rembung Desa Bersama Wabup Mojokerto” dari LMDH – BKPH Tapen KPH Mojokerto, Rabu (07/08/2019)

Masih dalam kesempatan ini, Wabup Mojokerto, Pungkasiadi mengarahkan, bahwa pemberian BK desa dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal itu guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal itu juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

”Pembangunan dimulai dari Desa sesuai instruksi Pusat. Prinsip kami adalah pemerataan di segala bidang. Pembangunan ada skalanya, tentu yang prioritas akan kita dahulukan. Sinkronisasi, sinergi, inilah yang membuat kita maju,” pesan Wabup. 

Pungkasiadi menambahkan, terkait Wanawisata Watu Blorok diharapkan bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi bersama dengan Perhutani KPH Mojokerto dan Dinas Pariwisata, Kepemudaan & Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto serta fihak terkait lainnya.

“Lokasi Wanawisata Watu Blorok ini dekat pabrik minyak kayu putih yang dinaungi Perhutani, sehingga Wanawisata Watu Blorok ini bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi mulai panen daun kayu putih, memasak hingga menjadi minyak kayu putih. Disamping pengembangan destinasi wisata Watu Blorok sendiri yang hutannya sangat hijau nan asri,” ucap Wabup Mojokerto, Pungkasiadi.

Sementara itu, Administratur Utama Perhutani KPH Mojokerto, Suratno dalam kesempatan terpisah menyampaikan, bahwa gagasan Wabup Mojokerto untuk pengembangan wisata edukasi dan destinasi wisata Watu Blorok dinilai sangat bagus untuk kemajuan wilayah Mojokerto Utara Sungai Brantas dan dalam rangka membangun sinergitas pengelolaan Watu Blorok bersama Disparpora, Pemkab Mojokerto dan Perhutani.

“Perhutani sangat mendukung pengembangan Wanawisata Watu Blorok oleh Wabup Mojokerto dan semua fihak terkait. Semoga pengembangannya bermanfaat untuk kelestarian alam sekaligus memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Mojokerto, karena majunya pariwisata juga memajukan usaha kuliner maupun ekonomi kreatif dan sektor ekonomi lainnya,” kata Suratno bersemangat.

Penting diketahui, bahwa Wanawisata Watu Blorok memiliki luas kurang lebih mencapai 2 hektar dengan pemandangan pohon jati dan kayu putih yang hijau sejuk nan menarik hati. Dinamakan Watu Blorok karena diambil dari bongkahan batu yang karena faktor geologi berwarna abu-abu dan terdapat bercak abu-abu tua (Blorok). Tertarik, Yuuuk.. Berkunjung ke Wanawisata Watu Blorok. *[Mook / Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY