Sasar Sanitasi Guna Wujudkan Kelayakan Kesehatan Masyarakat

552
Foto : Sekda Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono saat memberikan pengarahan dalam rapat teknis program STBM, Selasa (21/02/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dalam rangka mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang memenuhi kelayakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar pertemuan teknis Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di lantai 4 gedung Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (21/02/2017).

Acara yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono yang diikuti Camat dan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se- Bojonegoro ini, membahas rencana aksi Kecamatan Open Defication Free (ODF), dan peningkatan sanitasi lingkungan dalam mewujudkan Wong Jonegoro Yang Sehat, Produktif dan bahagia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr. Sunhadi dalam laporanya menyampaikan bahwa, 85,4 persen Kepala Keluarga di Bojonegoro yang sudah memiliki jamban, dan 90,60 sudah mengakses jamban. Lalu di tahun 2017 ini ditargetkan 96 persen KK sudah memiliki jamban, sehingga kecamatan ODF akan tercapai di Bojonegoro.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono menyampaikan, sikap hidup masyarakat adalah faktor dominan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan hal penting yang akan dititik beratkan yakni adalah kegiatan ODF.

“Tahun 2018 seluruh Kecamatan akan ODF. Kesuksesan ini dapat terlaksana jika ada komitmen bersama antara pihak Kecamatan, dan stakeholder yang lain untuki bersinergi mulai dari visi misi sampai bagaimana mensukseskan ODF,” tandas Sekda Soehadi Moeljono.

Untuk mensukseskan kegiatan ODF ini, maka Sekda Soehadi mengharapkan di ADD agar dimasukkan klausul untuk pembangunan kesehatan. Karena dari tahun ke tahun lalu, sampai saat ini APBD tidak untuk membiayai ODF. Namun pendanaan ini juga bisa dari sawadaya masyarakat, pihak pihak ketiga dan semua komponen lainnya.

“Ada dua hal kunci untuk kesuksesan gerakan ODF ini. Yang pertama dukungan pembiayaan, dan kedua SDM penggerakkannya untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang lingkungan sehat mulai dari tingkat pelajar, guru dan lain sebagainya,” harapnya.

Selain itu, lanjut Sekda Soehadi Moeljono. Semua stakeholder semisal pebisnis maupun akademisi, harus terlibat langsung untuk diajak bagaimana mensukseskan gerakan ini. Namun komponen utamanya adalah bagaimana masyarakat diajak bersama – sama mulai merencanakan dan pelaksanaan di wilayahnya masing masing.

“Mohon para Camat dan Kepala Puskesmas membuat Rencana Aksi Kecamatan ODF di tahun 2017 – 2018, lalu dilaporkan tahapan pencapaianya sesuai jadwal. Dari mulai melaporkan kepemilikan jamban dan sampai akses Jamban per Desa tiap bulan. Sehingga harapnya tahun 2017 dan selambat lambatnya tahun 2018 Kecamatan ODF dapat terwujud,” pungkasnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY