Relawan Santana SPMAA Lamongan Peduli Bencana Banjir

640
Foto : Penanganan tanggul jebol oleh Baksos Relawan Santana Ponpes SPMAA Lamongan

Bengawanpost.com, Lamongan – Pepatah orang tua, “Sing wayah ketigo ora iso cewok, wayahe rendeng ora iso ndodok”. Artinya “ketika musim kemarau tidak bisa cebok, tapi ketika musim penghujan tidak bisa duduk”. Itulah kata orang tua dulu, memberi pantun pada daerah Kabupaten Lamongan, yag selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba.

Terbukti saat turun hujan lebat meski beberapa jam dalam beberapa hari dalam pertengahan bulan Februari 2016, sudah menambah debet air sungai-sungai di Kabupaten Lamongan, bahkan parahnya sampai menjebol beberapa tanggul sungai.

Akibat hal itu, beberapa desa mengalami banjir mulai jalanan sampai banjir masuk rumah. Seperti banjir di Dusun Nggabus Desa Ploso  Kecamatan Turi, juga di Desa Blimbing Kecamatan Paciran, dan Desa Dorogede Kecamatan Sukodadi, serta Desa-Desa lainnya.

Menurut Gus Khosyi’in, Pimpinan Relawan Santri Tanggap Bencana (SANTANA) Ponpes SPMAA Lamongan kepada media, saat bakti sosial (Baksos) pembenahan tanggul sungai yang jebol, di Dusun Ngabus Desa Ploso Kecamatan Turi. Bahwa perlu upaya sistematis yang komperhensif dari semua fihak agar tidak ada lagi banjir di Kabupaten Lamongan.

“Kami dari relawan SANTANA, hanya mencoba memberikan pertama, sebagai bentuk kepedulian pada peristiwa banjir yang terjadi di desa-desa ini. Karena ini, merupakan wujud rasa sosial para santri pada kondisi yang sedang terjadi,” tutur Gus Khosyi’in.

Gerakan baksos dari SANTANA ini merupakan gerakan yang patut dicontoh oleh beberapa organisasi masyarakat ataupun organisasi yang lain, dan semoga Pemerintah segera cepat tanggap dan dapat memberikan perhatian yang serius pada korban banjir tersebut serta yang terpenting ada penataan Rencana tata ruang/Rencana tata wilayah (RT/RW) Kabupaten Lamongan agar Daerah Lamongan benar-benar bebas dari banjir. [Mu/Id]

LEAVE A REPLY