Rayakan Hari Ibu, BEM Unigoro Ajak Pemuda Untuk Kreatif dan Inovatif

220
Foto : Anggota DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi saat menjadi narasumber pada acara “Seminar Peringatan Hari Ibu Ke- 89 tahun 2017”, di Unigoro – Jl. Lettu Suyitno No.02 Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (28/12/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di Kampus Universitas Bojonegoro (Unigoro) – Jl. Lettu Suyitno No.02 Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (28/12/2017). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unigoro mengadakan acara “Seminar Peringatan Hari Ibu Ke- 89 tahun 2017”.

Seminar yang bertema “Pergerakan Perempuan Dalam Aksi Menyelenggarakan Dunia Baru” ini, bertujuan memotivasi mahasiswa khususnya perempuan untuk tidak hanya berada dirumah saja, namun juga mampu berani menjadi pemimpin yang penuh karya dan inovasi.

Adapun guna mendukung tema seminar tersebut, dihadirkanlah narasumber dari tokoh – tokoh perempuan yang telah berkiprah di masyarakat. Diantaranya Anggota DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, dan Bendahara Karang Taruna Kabupaten Bojonegoro sekaligus pengurus Pita Merah, Erlyn Sulistiyorini.

Selaku pemateri, Anggota DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi memaparkan, bahwa data kemiskinan di Indonesia menyebutkan hampir 80% itu terjadi pada perempuan, yang notabennya itu janda ditinggal suaminya. Mengapa demikian, karena perempuan tersebut tidak memiliki ketrampilan dan ilmu yang cukup untuk keberlangsungan hidupnya.

“Selama ini banyak orang tua dalam segala hal lebih mementingkan anak laki – laki dari pada perempuan. Itulah sebabnya, perempuan masa kini harus kreatif dan inovatif untuk menyongsong kehidupan kelak. Apalagi kalian mahasiswa harus berfikir dengan ilmu, jangan takut melakukan sesuatu hal dengan alasan yang tak masuk akal,” tandas Sally.

Sedangkan pemateri lainnya, Erlyn Sulistiyorini menyampaikan, di Dunia yang milineal seperti saat ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pergerakan perempuan harus bisa menyeimbangkan kemampuan disegala aspek, baik keahlian karier maupun rumah tangga.

Sementara itu, Ketua BEM Unigoro, Fitroh Abadi menyampaikan, Hari Ibu di Indonesia yang dirayakan secara nasional setiap 22 Desember ini dimulai sejak kongres perempuan Indonesia yang pertama pada 22 – 25 Desember 1928 di Jogyakarta. Yang mana kongres tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan hak – hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

“Pada konggres perempuan Indonesia Ke- III di Bandung, telah diresmikan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara,” ucap Fitroh.

Ditambahkannya, bahwa organisasi wanita telah ada sejak 1912, hal itu terinspirasi oleh pahlawan – pahlawan Perempuan Indonesia pada abad ke-19 seperti Kartini, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dan sebagainya.

“Jangan pernah melupakan sejarah. Bahwa selama ini, telah banyak peran pahlawan – pahlawan perempuan Indonesia yang ikut berjuang untuk Indonesia. Karenanya marilah kita meneladani perjuangannya dengan menjadi pemuda pelopor yang kreatif dan inovatif, sehingga kita siap ikut memajukan NKRI di era milenial ini,” pungkas Fitroh di Unigoro. *[Bp]

LEAVE A REPLY