Primus Yustisio Sosialisasikan Empat Pilar

504
Foto : Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat V, Primus Yustisio Sosialisasikan Empat Pilar di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Bengawanpost.com, Bogor – Bertempat di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat V, Primus Yustisio, SE., kembali Sosialisasikan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Minggu (04/09/2016).

Empat Pilar tersebut adalah Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara juga Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Sosialisasi yang dihadiri 150 orang konstituennya dari Desa setempat ini berlangsung meriah. Primus dengan gayanya yang simple dan lugas, fokus sampaikan materi tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk Negara

“Pembahasan NKRI mulai tentang Konsep Negara Kesatuan, lalu sejarah Indonesia dari pergolakan sebelum kemerdekaan, sampai pembangunan setelah Kemerdekaan,” katanya.

Selanjutnya dalam acara yang berlangsung selama dua jam. Ayah empat anak ini mengutip pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 dalam Rapat BPUPKI.

“Kesinilah kita semua harus menuju, mendirikan satu National estaat, di atas kesatuan bumi Indonesia dari ujung sumatera sampai ke Irian. Saya yakin tidak ada satu golongan dari tuan-tuan yang tidak mufakat, baik Islam maupun golongan yang dinamakan ‘golongan kebangsaan’. Kesinilah kita harus menuju semuanya,” ujarnya penuh semangat.

Suami dari pesohor Jihan Fahira ini menceritakan berbagai tantangan yang di hadapi bangsa Indonesia pasca Soekarno-Hatta menyatakan Kemerdekaan.

“Keinginan Bangsa Indonesia untuk membangun Negara yang berdaulat mendapat tantangan dari pemerintah Belanda,” ungkapnya.

Selain itu, Primus menceritakan peristiwa-peristiwa penting dalam mempertahankan kemerdekaan, diantaranya Peristiwa pada tahun 1948, ketika Pemerintah Belanda berhasil menguasai Yogyakarta yang merupakan Ibu Kota NKRI.

“Lewat serangan umum 1 Maret  1949, Yogyakarta kembali direbut dari tangan Kolonialisme Belanda,” paparnya.

Sementara itu, saat sesi tanya jawab salah satu peserta dari kalangan pelajar bertanya tentang bagaimana kemajuan yang telah dicapai Indonesia setelah 71 Tahun Merdeka.

Primus menjawab bahwa, kemajuan Indonesia pasca Reformasi adalah Kebebasan berserikat dan berkumpul, hak untuk di pilih dan memilih dalam pilkada dan pemilu langsung serta otonomi daerah adalah kemajuan untuk mensejahterakan rakyat dan memperkukuh NKRI.

“Kita harus bersyukur atas capaian tokoh-tokoh Bangsa, karena Bangsa besar adalah yang menghargai jasa pahlawan yang telah gugur demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Caranya dengan senantiasa mengingat jasa-jasanya dan mendo’akannya,” pungkasnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY