Prasasti Samin Soerosentiko Diresmikan, Inilah 5 Pitutur Luhur Sikep Samin..

131
Foto : Bupati Bojonegoro, Anna Mu'Awannah meresmikan Tugu Prasasti Sedulur Sikep Samin Soerosentiko di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (29/08/2019).
Foto : Bupati Bojonegoro, Anna Mu'Awannah meresmikan Tugu Prasasti Sedulur Sikep Samin Soerosentiko di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (29/08/2019).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Pada Kamis (29/08/2019) Bupati Bojonegoro, Anna Mu’Awannah meresmikan Tugu Prasasti Sedulur Sikep Samin Soerosentiko di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Tugu tersebut menandakan bahwa hingga saat ini di Bojonegoro ada tonggak sejarah keberadaan ajaran samin yang dipelopori oleh Samin Soerosentiko.

Selain terdapat patung diujung jalan jika ingin menuju Dusun Jepang, ditengah hutan juga ada sebuah tugu separuh Badan yang dibelakangnya terdapat 5 pilar menandakan “Pitutur Luhur Sedulur Sikep”.

Untuk isi Pitutur Luhur Sedulur Sikep yakni 1. Laku jujur sabar trokal lan nrimo, 2. Ojo dengki srei dahwen kemeren pekpinek barange liyan, 3. Ojo mbedo mbedakne sapodo padaning urip kabeh iku sedulure dewe, 4. Ojo waton omong omong sing nganggo waton, 5. Biso roso rumongso.

Sedangkan Pitutur Luhur Sedulur Sikep tersebut mengajarkan nilai – nilai luhur tentang kejujuran, spiritual dan sosial, peduli pada alam, serta menjauhkan diri dari sifat mengambil hak orang lain.

Adapun Samin sendiri ini ialah sebagai sebuah pergerakan atau sikap bahwa perjuangan tidak harus dilakukan dengan cara kasar, karena ketegasan atas sikap akan berbuah keberhasilan. Dalam ajaran samin juga diajarkan bahwa “Pucuk eleng bongkot, Bongkot eleng pucuk” yang artinya “Pimpinan ingat rakyat, Rakyat mendukung pimpinan”

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’Awannah menyampaikan, bahwa ajaran samin merupakan ajaran turun temurun yang sudah ada sejak zaman nenek moyang yang mempunyai nilai luhur dan menjadi bagian dari prilaku keseharian masyarakat Bojonegoro yang dapat menjadikan sebuah identitas pembedan dengan masyarakat didaerah lain.

“Sebagai masyarakat Bojonegoro, kita harus bangga, karena ajaran Samin Soerosentiko Bojonegoro telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda,” ungkap Bupati Bojonegoro, Anna Mu’Awannah.

Menurut Bupati Bojonegoro, Anna Mu’Awannah, selain sebagai ikon, tugu sedulur sikep yang berdiri diantara lima pilar ini merupakan wujud dari semangat dan sikap masyarakat yang masih terjaga.

“Saya berharap ajaran Samin ini dapat menjadi inspirasi untuk membangun dan memajukan SDM yang unggul untuk Bojonegoro,” pungkas Bupati berpesan. *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY