Pesan Peringatan Hari KORPRI Ke- 45 dan Hari Guru Nasional Ke- 71

374
Foto : Saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Korpri Ke- 45 sekaligus Hari Guru Nasional Ke- 71, di Alun-alun Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Selasa (29/11/2016).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, H. Suyoto memimpin upacara peringatan Hari Korpri Ke- 45 sekaligus Hari Guru Nasional Ke- 71, yang bertema “Bersama Korpri Meneguhkan Netralitas dan Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara”, di Alun-alun Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/11/2016).

Upacara yang dihadiri Jajaran Forpimda Bojonegoro diantaranya Dandim 0813 Letkol Inf M. Herry Subagyo, Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro, Wakil Ketua DPRD, para Pegawai Negeri dilingkup Pemkab juga para SKPD, dan peserta upacara dari TNI, Polri, Linmas, Satpol PP, serta para Guru.

Selaku Inspektur Upacara (Irup), Bupati Bojonegoro Drs. Suyoto mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta upacara yang hadir dalam kesempatan berbahagia ini. Selain itu juga, meminta Korpri dan Guru harus semakin professional.

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Kang Yoto menyampaikan, bahwa setidaknya pada hari ini ada tiga upacara dan ada tiga pesan baik, yakni dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan pesan dari Kementerian Pendidikan Nasional serta pesan lokal dari Bupati Bojonegoro.

Kang Yoto menjelaskan, Presiden Republik Indonesia berpesan bahwa transformasi dari Korpri menjadi Korps Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi profesi, dan harus professional. Pesan yang kedua adalah sebagai orang yang professional harus meneguhkan netrealitas dan meningkatkan kemampuan.

“Seluruh anggota Korpri harus professional, dan netral secara politik. ASN adalah anak buah negara, loyalitas pada kebijakan dan peraturan perundang-undangan Negara,” jelasnya.

Pesan ketiga Presiden RI, yakni hindari berperilaku dan bermental korupsi. Pesan keempat, bagaimana menjadikan profesi untuk jadikan energi pada esensi pelayanan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan pesan kelima, yaitu tingkatkan budaya profesional mental tanggungjawab, displin dan orientasi pada karya.

Sedangkan Menteri Pendidikan Nasional, Muhajir Effendi berpesan agar guru menjadi profesional, sebab pemerintah bersungguh memikirkan  masa depan guru agar hidupnya menjadi lebih baik.

“Guru harus buktikan dengan karya nyata, terlihat dari hasil belajar, prestasi tenaga pendidik. Hasilkan karya yang bagus yang bisa dirujuk sesam, agar sistem pendidikan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu Kang Yoto berpesan, bahwa kemulyaan, puja, cinta, harta dan tahta tidak bisa diminta, namun akan hadir karena karya-karya yang mulya. Untuk itu, harapannya professionalisme guru dan ASN harus ditingkatkan, karena kita adalah kapten bagi jiwa kita dan kita adalah pemimpin bagi masa depan kita.

“Jika ada guru yang masih mengatakan Pahlawan tanpa tanda jasa, berarti dia adalah guru yang tak menghasilkan karya. Korpri Bojonegoro dan PGRI harus menjadi wadah untuk menjadi professional,” tandas Kang Yoto seraya berpesan. *[Bp]

LEAVE A REPLY