Pesan Mas Arief Ketika Mliwis Putih Terbangkan Jagat Nusantara

296
Foto : Ketua YSB - Unigoro, Mas Arief Januarso saat sambutan pada Malam Puncak Dies Natalis Unigoro Ke- 36 Tahun, Ahad (21/05/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Mas Arief Januarso resmi menutup acara Malam Puncak Dies Natalis Universitas Bojonegoro (Unigoro) Ke- 36 Tahun yang bertema “Unigoro Untuk Masa Depan (Unigoro For Future)”, di halaman Unigoro, Jl. Lettu Suyitno No.02 Bojonegoro, Jawa Timur, Ahad (21/05/2017).

Acara ini merupakan penutupan dari rangkaian acara Dies Natalis Unigoro Ke- 36 Tahun yang dimulai sejak 15 Mei – 21 Mei 2017, dengan berbagai acara diantaranya Expo Campus, Lomba Catur, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Ranking 1, Lomba Mulok, Fashion Show, Jalan Sehat, Baksos Santunan Anak Yatim, dan acara menarik lainnya.

“Terima kasih kepada semua fihak atas partisipasinya menyukseskan Dies Natalis Unigoro ini. Acara ini merupakan tonggak awal pencanangan Unigoro pada tahun 2018 bisa masuk peringkat 20 besar kampus Perguruan Tinggi Swasta (PTS) unggulan se- Jatim,” demikian sambutan Rektor Unigoro, Slamet Kyswantoro, M.M. dalam acara ini.

Langkah menjadi kampus unggulan se- Jatim tersebut, lanjut Rektor Unigoro. Saat ini, jaminan mutu pendidikan di Unigoro telah diakui internasional dengan sertifikat ISO 9001. Bahkan calon mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidik misi dapat kuliah di Unigoro.

“Untuk mewujudkan Unigoro sebagai 20 kampus unggulan se- Jatim pada tahun 2018, dibutuhkan sinergitas semua fihak. Untuk itu, marilah kita dukung bersama agar Unigoro menjadi lebih baik dan maju lagi kedepannya,” pinta Slamet Kyswantoro, M.M.

Hal senada disampaikan Ketua YSB – Unigoro, Mas Arief Januarso. Menurutnya dalam mewujudkan “Unigoro For Future”, maka Unigoro haruslah mempunyai unggulan yang menjadi daya tariknya. Baik unggulan dibidang akademiknya maupun hasil inovasinya. Sehingga Unigoro bisa menjadi rujukan semua fihak dalam berbagai hal yang dihadapinya.

“Kami sangat mengapresiasi hasil karya mahasiswa Unigoro. Seperti kerajinan limbah gerajen kayu dari mahasiswa tekhnik, lalu Master Bayem dari PKM, dan lainnya. Hal ini menunjukan banyak potensi mahasiswa Unigoro yang harus dibina dan dikembangkan, agar kelak menjadi karya unggulan yang menjadi daya tarik Unigoro ini,” ucap Mas Arief.

Selain itu, Mas Arief berpesan, lulusan Unigoro harus mampu bersaing sampai ditingkat nasional, dan tentunya juga berpastisipasi aktif memajukan Bojonegoro. Inilah makna filosofis logo Dies Natalis Unigoro Ke-36 tahun yang berupa burung mliwis kebanggaan masyarakat Bojonegoro sedang membawa terbang jagat nusantara.

“Kita semua harus berkerjasama untuk memajukan kampus tercinta ini. Karenanya, kami sangat senang bila lulusan Unigoro mampu berkiprah ditingkat nasional dengan sukses bekerja ke seluruh penjuru nusanatara. Seperti bekerja di Kalimantan, Papua, Sumatera, Sulawesi, dan tentunya berpastisipasi aktif memajukan Bojonegoro,” pungkas Mas Arief. *[Bp]

LEAVE A REPLY