Penanaman Wawasan Kebangsaan di MPLS SMP/SMA Al-Amanah

520
Foto : anggota TNI Kodim 0813 Bojonegoro, Serma Suprat di MPLS SMP/SMA Al-Amanah

Bengawanpost.com, BojonegoroEmpat pilar kebangsaan merupakan roh dalam kehidupan bernegara. Untuk itu, pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, harus ditumbuhkan pada diri setiap warga negara.

Demikian disampaikan oleh anggota TNI Kodim 0813 Bojonegoro, Serma Suprat, dalam sambutannya yang turut mensukseskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dihadapan ratusan siswa-siswi SMP Plus dan SMA Plus Al-Amanah, di Dukuh Balongsumber, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (20/7).

Menurutnya, menumbuhkan nilai-nilai ideologi bangsa sejak dini tersebut, kelak akan tertanam semangat nasionalisme dan jiwa patriotik yang tinggi, “Selain itu juga, agar tidak mudah terkontaminasi (teracuni) oleh pengaruh ideologi dari luar,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Bati Bakti TNI Staf Teritorial Kodim 0813 Bojonegoro memaparkan, bahwa di era globalisasi saat ini, terjadi liberalisasi di segala lini kehidupan. Kedepan, tak ada lagi batas-batas Teritorial antar negara dalam sistem pasar bebas. Dimana dalam era pasar bebas ini yang terjadi bukan saja transfer ekonomi, namun transfer ideologipun pasti terjadi.

“Yang menjadi masalah, kita siap atau tidak dengan masuknya ideologi-ideologi luar itu yang tak sesuai dengan budaya dan ideologi bangsa kita,” tambahnya menegaskan.

Pasalnya, masih menurut Serma Suprat, bangsa Indonesia akan mengalami asimilasi seiring dengan masuknya budaya dari luar melalui globalisasi multi aspek kehidupan, yang ideologinya akan berpengaruh pada generasi muda.

“Namun jika sejak dini ditumbuhkan pemahaman tentang ideologi kebangsaan tersebut, sekuat apapun pengaruh itu, kita bisa menangkalnya. Yaitu melalui cara dengan menguatkan jiwa kebangsaan yang ditanamkan sejak usia dini,” terangnya.

Adapun kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang terbagi dalam dua sesi, yang pertama pemaparan materi wawasan kebangsaan. Yang kedua, pemberian pemahaman Bela Negara dan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), nampak cukup antusias diikuti oleh siswa-siswi yang terlibat aktif menyampaikan pertanyaan dan tanggapan.

“Diharapkan, dengan penanaman wawasan kebangsaan ini dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari serta tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi,” pungkasnya. [Bp]

LEAVE A REPLY