Pembangunan Bojonegoro Kedepan Bersinergi Bersama 4 Sekawan

584
Foto : Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, M.Si., (Kang Yoto) saat memimpin rapat bersama jajarannya

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Sinergi 4 sekawan adalah kunci keberhasilan pembangunan dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Demikian pernyataan Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, M.Si., (Kang Yoto) saat memimpin rapat bersama jajarannya, di Lantai 7 Gedung baru Pemkab Bojonegoro, Rabu (21/09/2016) sore.

Sinergi 4 sekawan ini adalah A, B, G dan C. Untuk A adalah Akademisi, B adalah Bussinesmen, G adalah Goverment dan C Adalah Comunnity dalam hal ini NGO / Lembaga Sosial baik LSM serta unsur lainnya.

Mengapa kolaborasi ini sangat dibutuhkan? Harus dipahami benar, bahwa dinamika kehidupan saat ini telah mengalami perubahan, baik secara internal, lokal, regional, nasional maupun global. Yang dipengaruhi oleh dua hal yakni ekonomi dan politik atau demokrasi.

Ditegaskan Kang Yoto dalam rapat bersama bahwa, pembangunan ekonomi kita jika selama ini bertumpu pada Sumber Daya Alam (SDA), maka saat ini ekonomi ditopang oleh Ekonomi kreatif, apakah itu disektor jasa, wisata maupun ekonomi kreatif lainnya.

“Pola pikir pemerintahan yang lama yakni mengayomi, melindungi, melayani dan mengatur kini bergeser kearah kolaborasi, sinergi dan co creation. Pemerintah dituntut hadir dengan wajah baru yakni parthnership dalam hal ini mencerahkan dan memberdayakan,” ujaranya.

Lebih lanjut Kang Yoto menjelaskan bahwa, bersinergi dengan unsur A, B dan C. Maka pemerintah mau tidak mau, suka tidak suka harus melakukan penyesuaian diri, agar menjadi pemerintah yang mengerti kebutuhan rakyat dan perubahan paradigma yang terjadi.

“Harapannya seluruh komponen tata pemerintahan di Bojonegoro yang dikomandani BAPPEDA segera “Move On”. BAPPEDA harus berkolaborasi, mulai dalam hal perencanaan program dengan tiga unsur yang ada, sekaligus mengajukan hal yang bersifat solutif,” harapnya.

Selain itu, Kang Yoto memaparkan tentang pertumbuhan ekonomi dan rencana pengembangan ekonomi kreatif yang akan mendapatkan sentuhan art, seni dan IT sehingga menjadi sektor yang menjanjikan.

“Seluruh jajaran harus peka melihat peluang ini, dan mengembangkan dengan sentuhan inovasi dan IT. Kita dituntut harus bisa mengenalkanan menjual potensi yang kita miliki, baik potensi UMKM, jasa maupun wisata Bojonegoro yang masih original,” paparnya.

Kang Yoto mencontohkan beberapa daerah yang sukses mempromosikan daerah mereka dengan bantuan Film Layar Lebar. Banyak film yang membawa dampak luar biasa yang turut serta mendongkrak sektor ekonomi berbasis wisata.

“Bojonegoro mempunyai kontur wilayah yang masih alami, jadi Kabupaten Bojonegoro membuka tangan selebar-lebarnya peluang bagi sineas Indonesia, yang akan melakukan shooting di Bojonegoro,” ungkapnya.

Kang Yoto menyampaikan pula bahwa, kolaborasi 4 sekawan,ini diharapkan menjadi formula yang tepat untuk mewujudkan pembangunan disegala bidang, mulai bidang ekonomi, tatanan pemerintahan serta pelaksanaan pemerintahan.

“BAPPEDA harus menjadi motor penggerak, kita harus mengedepankan bahasa komunikasi dan simpati,  apalagi saat ini Kabupaten Bojonegoro adalah kabupaten yang telah menerapkan prinsip Open Goverment Parthnership (OGP),” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa OGP adalah “ The Way How We Development This Regency “, dengan mengedepankan prinsip Transparan, Akuntabilitas, parthnership atau partisipasi dan yang selanjutnya adalah inovasi yang didukung dengan Informasi Teknologi (IT).

Sementara itu, rapat yang berlangsung dalam suasana harmonis, tampak diikuti oleh Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Drs. H. Setyo Hartono, MM., Sekretaris Daerah (Sekda), DRS. Soehadi Moeljono, MM., Asisten I, II dan III.

Rapat juga dihadiri seluruh staf ahli Bupati dan beberapa SKPD, antara lain BAPPEDA, DINAS Kominfo, serta seluruh kepala bagian dilingkup Setda Kabupaten Bojonegoro. Ajudan juga sekpri Bupati, Wabup maupun Sekda. *[Bp]

LEAVE A REPLY