Pelatihan Medsos Sehat Untuk Pendidikan

484
Foto : Pelatihan Medsos Sehat Untuk Pendidikan

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Untuk menjawab perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bojonegoro mengadakan pelatihan ‘Media Sosial (Medsos) Untuk Pendidikan’, pelatihan ini bertempat di gedung Pusat Belajar Guru (PBG) jalan rajawali Bojonegoro (Senin, 30/05/2016). Dengan menghadirkan pemateri Gempur Abdul Ghofur, SE. ST., ketua blogger Surabaya, dan diikuti 45 peserta dari guru 20 sekolah se-Bojonegoro.

Pelatihan ini adalah bagian dari rangkain program ‘TIK Untuk Pendidikan’ yang dilaksanakan RTIK Bojonegoro selama tahun 2016. Program tersebut antara lain ; Seminar Internet sehat pada bulan Februari, Pelatihan blog bagi guru dan Pendampingannya bulan bulan Maret – April, Pelatihan medsos untuk pendidikan bulan Mei – Juni, Workshop media kreatif untuk pendidikan bulan Juli – Agustus, Sosialisasi internet Sehat bulan September – Desember.

Ketua RTIK Bojonegoro, Rifa’un Na’im mengatakan kepada Bengawanpost disela-sela pelatihan, “Tujuan Pelatihan ini untuk menjadikan guru cerdas, kreatif, dan produktif dengan internet sehat. Dalam pelatihan ini akan dijelaskan tentang pemanfaatan medsos oleh pakarnya, sekaligus praktek bagaimana memanfaatkan medsos dalam dunia pendidikan. Dan ada sekitar 45 peserta dari 20 sekolah se-Bojonegoro,” katanya.

Sementara itu, Gempur Abdul Ghofur, SE. ST., memaparkan tentang internet sehat khususnya buat anak-anak, “Kami berikan materi bagaimana caranya dunia pendidikan khususnya para guru dapat mewarnai kehidupan Medsos anak didiknya, dengan begitu maka hasilnya internet sehat, positif dapat dirasakan anak dididiknya,” ujar pria pendiri group blogger Surabaya.

Selain itu, dalam pelatihan yang dimulai jam 08.00 suasananya begitu hidup, bahkan saat praktek pembuatan blog, para peserta aktif mengikuti arahan dari dari pemateri sampai selesai jam 15.00. Menurut Slamet, Manager Program RTIK Bojonegoro, “Harapannya dengan adanya program TIK untuk pendidikan, khususnya sesudah pelatihan ini dapat terbentuk Komunitas Guru Blogger Bojonegoro yang bisa berbagi ilmu pengetahuan dan menginspirasi masyarakat pendidikan,” pungkas pria yang akrab dipanggil Shela ini menjelaskan kepada media usai acara. [Id]

LEAVE A REPLY