PAT Kedelai Guna Ketahanan dan Kedaulatan Pangan NKRI

566
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo, Perwakilan Polres dan Pejabat Perhutani Bojonegoro juga Jatim, serta Sekjen Kementan RI, Dr. Ir. Maman Suherman saat Sarasehan dan Temu Wicara Program PAT Kedelai APBN-P 2016, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Untuk mewujudkan Ketahanan dan Kedaulatan Pangan NKRI, Perhutani KPH Bojonegoro adakan Sarasehan dan Temu Wicara Program Kegiatan Perluasan Areal Tanam (PAT) Kedelai APBN-P 2016, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Sabtu (15/10/2016).

Acara ini dihadiri Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, M.Si., Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo, Kabag Sumda Polres, Kompol Hariadi Agus Wahono, ADM Perhutani Bojonegoro, Ir. Erwin, Kepala Divisi Regional (Divre) Perhutani Jatim, Andy Purwadi, MM., dan Sekjen Kementan RI, Dr. Ir. Maman Suherman.

“Di era reformasi diakui atau tidak, masyarakat menjarah hutan hingga tidak tersisa, termasuk kayu jati yang ada di wilayah KPH Bojonegoro ini. Sehingga, harus menanggung hasil perbuatannya itu. Yaitu, kurangnya sumber air dan kerapnya banjir bandang yang terjadi akhir-akhir ini,” tegas Kang Yoto, Bupati Bojonegoro di acara ini.

Selanjutnya Kang Yoto mengharapkan, “Kini saatnya berfikir kelestarian hutan. Yakni dengan bertanam tumpang sari baik jagung, kedelai maupun tanaman lainya, bukan menebang kayu jatinya. Sehingga, hasil dari lahan Perhutani yang dimanfaatkan untuk tanaman produktif, bisa bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Divre Perhutani Jatim Ir. Andy Purwadi, MM., dalam sambutannya menyatakan, “Tujuan PAT Kedelai guna ketahanan dan kedaulatan pangan NKRI. Sehingga Perhutani se-Jatim menyediakan lahan seluas 45 ribu hektar untuk ditanami Kedelai, Termasuk 700 hektar lahan Perhutani KPH Bojonegoro pada saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Kementan RI Dr. Ir. Maman Suherman mengatakan bahwa melalui program kegiatan PAT Kedelai di APBN-P tahun 2016, hendaknya dapat mengembangkan Kedelai untuk kemandirian pangan di Indonesia.

“Untuk mewujudkan tekad itu kita kembangkan lahan Perhutani untuk ditanami kedelai dan jagung. Sehingga, Pemerintah membagikan bibit jagung dan kedelai secara gratis kepada para petani dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-Indonesia, termasuk petani hutan yang ada di wilayah KPH Perhutani Bojonegoro ini,” jelasnya.

Senada dikatakan Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo, bahwa pemanfaatan lahan oleh petani dikawasan hutan itu diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan. Sehingga, kesejahteraan ditingkat petani itu sendiri bisa terwujud.

“Penggarapan lahan dikawasan hutan ini dengan tanam jagung dan kedelai, sekaligus juga petani turut menjaga dan merawat hutan jati yang ada,” ujarnya di sela-sela kegiatan tanam perdana jagung dan kedelai itu. *[Bp]

LEAVE A REPLY