Operasi Gaktib TNI/Polri Sasar Anggota

636
Foto : Saat Operasi Gaktib TNI/Polri Bojonegoro 2016

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) oleh aparat gabungan dari POM TNI, Provost Kodim 0813 dan Sie Propam Polres Bojonegoro, pada Sabtu (13/08/2016) malam, sebagai bukti atas sinergitas aparat dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparat keamanan.

Operasi Penegakkan Ketertiban (Gaktib) yang dipimpin langsung oleh Dansubdenpom TNI Bojonegoro, Lettu Cpm Rifan Hadi tersebut melibatkan 12 aparat gabungan itu sebagai upaya untuk menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran serta perbuatan yang melanggar hukum oleh anggota.

“Operasi Gaktib ini dilakukan untuk mencegah anggota TNI maupun Polri melakukan pelanggaran, agar berjalan pada aturan-aturan yang berlaku. Mencegah anggota dari penyalahgunaan narkoba dan mencegah terjadinya kesalahpahaman antara Prajurit TNI dan Polri,” ujar Lettu Cpm Rifan Hadi.

Lebih lanjut dikatakan oleh Lettu Cpm Rifan Hadi, bahwa adapun sasaran dalam operasi Gaktib adalah tempat-tempat terlarang, yaitu sejumlah tempat hiburan malam, cafe dan tempat-tempat karaoke yang ada di Bojonegoro.

“Sasarannya adalah anggota TNI/Polri yang berada di tempat-tempat terlarang tanpa dilengkapi dengan surat perintah tugas,” tambahnya.

Sejumlah lokasi disisir dalam operasi Gaktib ini, diantaranya adalah Green Café Jalan Panglima Polim, Adelia Café dan Café Ceers Jalan Gajahmada, Café Damai dan Café Getz Jalan Veteran serta  tempat-tempat hiburan yang berada di Jalan Pondok Pinang. Yang dari semua tempat-tempat hiburan malam tersebut berada diwilayah dalam Kota Bojonegoro.

“Petugas gabungan telah melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung ditempat-tempat tersebut, namun tidak ditemukan anggota TNI maupun Polri yang melakukan pelanggaran,” tandas Lettu Cpm Rifan Hadi.

Sementara itu, terkait dengan operasi Gaktib yang dilakukan tim gabungan ini, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro, mengatakan bahwa operasi tersebut sebagai bukti bahwa TNI dan Polri selalu solid, bersinergi dan proaktif dalam mencegah pelanggaran hukum dan disiplin.

“Ini bukti kesolidan kami, bahwa TNI dan Polri tidak ragu-ragu menindak siapapun anggota TNI/Polri yang melakukan pelanggaran hukum dan disiplin. Sebab, hukum itu tidak pandangan bulu dan justru aparat Penegak hukum harus disiplin dan taat pada aturan. Sehingga, bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ujarnya menegaskan. [Bp]

LEAVE A REPLY