Olah Pikir – Roso – Rogo, Untuk Pelayanan Optimal Bidan

418
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto saat membekali 160 bidan se- Bojonegoro dalam pembukaan Diklat Penanganan Pertama Gawat Darurat Obstetri dan Neonatus (PPGDON) Angkatan I, II, III dan IV, Senin (13/02/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dalam rangka meningkatkan kemampuan para bidan. Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar Pendidikan dan Pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat Obstetri dan Neonatus (PPGDON) Angkatan I, II, III dan IV.

Kegiatan yang dikuti 160 Bidan se- Bojonegoro ini, dibuka Bupati Bojonegoro, Kang Yoto dan dihadiri pula Wabup Bojonegoro, Drs. H. Setyo Hartono serta lainnya. Diklat ini digelar 2 gelombang, pada tanggal 13 – 18 Februari, dan 20 – 25 Pebruari 2017, yang bertempat di Aula BKPP Kabupaten Bojonegoro, dan Pesanggrahan Tirta Wana Dander Bojonegoro.

“Kegiatan ini untuk semakin meningkatkan kemampuan para bidan, baik keterampilan komunikasi maupun keterampilan hidup secara spiritual. Sehingga masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang terbaik dari para bidan ini,” ujar Kepala BKPP Kabupaten Bojonegoro, Drs. Zainuddin, MM. dalam pembukaan diklat, Senin (13/02/2017).

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Kang Yoto menyampaikan 4 kunci hidup terampil. Yakni Ridho, Sabar, Syukur dan Musahadah. Karena hidup yang kita jalani saat ini adalah sebuah rangkaian dari masalah dan ujian, jadi semua tergantung bagaimana kita mengatasinya. Apakah menjadi orang yang tangguh, atau orang lemah yang menyerah begitu saja?

Selain itu, Kang Yoto berpesan kepada para bidan dalam menjalankan amanahnya agar memegang 3 kunci. Yakni bidan adalah Service Provider atau Penyedia Jasa, Promoter, dan Educator. Bahkan Kang Yoto mengajak kepada seluruh hadirin untuk kembali menghadirkan hati dan jiwa kita sebagaimana lagu Hymne Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti.

“Semoga diklat ini dapat menjadikan SDM para bidan meningkat kemampuannya. Karena bidan itu Penyedia Jasa, Promotor, dan Pendidik. Sehingga bagi bidan, siapapun yang membutuhkan kinerjanya, utamanya mereka yang lemah dan tak berdaya, maka bidan sudah harus siap untuk membantu mereka,” pesan Kang Yoto.

Masih dalam kesempatan ini, atas nama Kepala Badiiklat Prop. Jatim, Sucipto menyampaikan, bahwa bidan dalam mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat, maka setiap tindakannya agar dilandasi dengan Olah Pikir (Pemikiran), Olah Roso (Menghadirkan jiwa dan hari dalam melayani), dan Olah rogo (Jasmani kita harus hadir dalam setiap keadaan). *[Bp]

LEAVE A REPLY