Muscab I ASKONAS Bojonegoro, Deklarasikan Cinta Produk Indonesia

541
Foto : Pembukaan Muscab I ASKONAS Bojonegoro, Rabu (25/01/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu (25/01/2017), diselenggarakan Muscab I Asosiasi Kontraktor Nasional (ASKONAS) Kabupaten Bojonegoro, dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II ASKONAS Jawa Timur.

Dalam acara juga dideklarasikan “Gerakan Masyarakat Peduli Beli Produk Dalam Negeri”, dalam rangka penguatan industri dalam negeri untuk meningkatkan daya saing, oleh Gubernur Jawa Timur yang diwakili Bakorwil Jawa Timur, Edi Suparji.

Acara yang diikuti anggota Askonas Bojonegoro, dihadir pula Asisten 2, Drs. Setyo Yuliono, Ketua Kadin Bojonegoro, Boedino, DPD ASKONAS Se- Jatim, DPW ASKONAS, Lembaga Pembangunan Jasa Konstruksi (LPJK), Bank BRI, dan lainnya.

Ketua Umum DPW ASKONAS Jatim, Ir. Supai M. Nur menyampaikan, di era globalisasi ini serbuan barang luar negeri dengan harga murah. dirinya mengajak masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri, agar perekonomian Indonesia bisa maju.

“Untuk mewujukan kemajuan perekonomian Indonesia di era pasar bebas ini, kita harus bisa lebih mencintai produk dalam negeri, bukan malah mencintai atau membeli produk luar negeri,” ujar Ketum DPW ASKONAS Jatim, Ir. Supai dalam sambutannya.

Selain itu, Ir. Supai berharap, ASKONAS datang sebagai mitra Pemkab Bojonegoro. Untuk itu, jangan hanya mengharapkan proyek pemerintah saja. Karena banyak pihak swasta yang perlu dibidik, apalagi dengan adanya Oil dan Gas di Bojonegoro ini.

Selanjutnya Ketua Umum DPP ASKONAS Rachmatullah menyampaikan yang menjadi polemik dalam dunia kontruksi adalah kesejahteraan bagi para kontraktor kecil. Karena sebagian besar proyek-proyek besar banyak dipegang oleh kontraktor besar. Yang mana belum ada kontraktor dari ASKONAS yang memegang proyek Besar.

“Tantangan kedepan ASKONAS adalah bagaimana bersaing dengan kontraktor besar. Kita berharap, nanti ASKONAS tidak hanya bersaing dengan kontraktor dari Indonesia saja, akan tetapi juga bersaing dengan kontraktor dari Australia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan dari negara lain,” tandas Rachmatullah.

Menanggapi hal tersebut, sebelum membuka Muscab I ASKONAS Bojonegoro, Asisten 2 Pemkab Bojonegoro Setyo Yuliono menyampaikan, apabila ASKONAS berkontribusi dengan Bojonegoro maka harus siap untuk Open Data Contract, agar masyarakat dapat melihat langsung siapa pemegang tender, sehingga bisa ikut mengawasinya.

“Di Bojonegoro ini mewakili Indonesia dalam Open Government Partnership (OGP) dalam keterbukaan pelayanan publik. Hal ini menjadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai panutan di Indonesia dalam OGP. Yang mana OGP ini untuk menciptakan tata pemerintahan yang terbuka,” ungkap Drs. Setyo Yuliono, MM.

Sementara itu, sebelum membuka Rakerda II ASKONAS Jatim, Gubernur Jatim yang diwakili Bakorwil Jatim, Edi Supaji menyampaikan, bahwa bisnis kontraktor merupakan bisnis yang banyak memiliki persaingan. Untuk itu, diharapkan kontraktor di Jatim harus mampu menyediakan barang dan jasa yang berkualitas.

Edi Supaji menambahkan, pemerintah telah fokus dalam pembinaan terhadap penyedia jasa kontraktor, dengan mengadakan pelatihan kepada kontraktor agar kinerjanya sesuai dengan standard. Pemerintah juga meningkatkan jumlah kontraktor yang tersertifikasi, hal ini mendukung program pemerintah dalam pemerataan pembangunan.

“Guna mewujudkan kinerja kontraktor yang sesuai dengan standard. Maka pemerintah mengadakan pelatihan maupun sertifikasi. Selain itu, pemerintah berharap setiap penyedia jasa kontraktor juga harus memiliki management yang bagus bagi para pelanggan jasa kontraktor,” imbuhnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY