Mujib Bukalapak : Dikira Pelihara Tuyul, Eealah..!! Ternyata Pebisnis Online

386
Foto : Ketua YSB - Unigoro, Mas Arief Januarso, saat menjadi narasumber seminar entrepreneurship E-Commerce, di Gedung Rektorat Unigoro, Kamis, (29/03/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di Gedung Rektorat Universitas Bojonegoro (Unigoro), Kamis, (29/03/2018). Community Management Bukalapak, Mujib Burrokhman menjadi narasumber seminar entrepreneurship E-Commerce (Bisnis Online) yang bertema “From Small Indistry to Digital Economy”.

Seminar yang dibuka langsung Rektor Unigoro, Slamet Kyswantoro ini, juga menghadirkan narasumber dari Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto, dan Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Unigoro, Mas Arief Januarso.

Dalam pemaparan materinya, Mujib Burrokhman menyampaikan, berbisnis melalui online jangan disamakan dengan memelihara tuyul. Dalam bisnis online, meski modal kecil namun bisa menjangkau pasar yang luas, efisien, dan bisa dilakukan di mana saja. Sehingga memang seolah tidak bekerja namun tetap memiliki penghasilan.

“Karena cara bisnis online berbeda dengan bisnis konvensional, maka pebisnis online sering dianggap memelihara tuyul. Seolah tidak bekerja tapi penghasilannya ada terus,” ujar Community Management Bukalapak, Mujib Burrokhman ini.

Dijelaskannya pula, pasar bisnis online sangat besar karena jangkauannya yang tak terbatas. Indonesia termasuk salah satu negara yang perkembangan bisnis onlinenya terpesat di dunia.

“Bisnis online itu prospeknya bagus. Seperti di Bukalapak saja, dalam sehari ada sekitar 4 juta pengunjung, dan sekitar 75 ribu transaksi dalam sehari,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dari sekitar 257 juta penduduk Indonesia, pengguna internetnya mencapai 41,2 persen. Sehingga selain menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, E-Commerce dirasa lebih efisien dalam melakukan usaha dagang.

Foto : Community Management Bukalapak, Mujib Burrokhman, saat menjadi narasumber seminar entrepreneurship E-Commerce, di Gedung Rektorat Unigoro, Kamis, (29/03/2018).

Selain itu, Mujib (Sapaan akrab Mujib Burrokhman, red) juga mengajak para peserta untuk mulai melakukan usaha melalui E-Commerce. Karena menurutnya, untuk memulainya tak membutuhkan modal besar, hanya dibutuhkan semangat dan mental.

“Intinya kalau mau buka usaha tidak usah kebanyakan mikir ini – itu, yang penting dimulai dulu aja,” ajaknya.

Bahkan dalam acara ini, Mujib menunjukkan beberapa orang dari Kabupaten Bojonegoro yang sudah aktif berjualan dan memanfaatkan pasar online mampu meraup untung.

“Di Bojonegoro ini sudah ada forum para penjual di Bukalapak, jadi kami harapkan antar penjual ini mampu saling membantu, karena banyak produsen barang dari industri UKM yang tidak tahu cara berjualan secara online,” pinta Mujib seraya memotivasi para peserta yang hadir.

Menanggapi peluang E-Commerce tersebut, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Unigoro, Mas Arief Januarso dalam materinya menyoroti tentang potensi besar dari era ekonomi digital yang dinilai mampu untuk mengangkat sektor industri UKM yang ada di Bojonegoro.

Mas Arief Januarso juga berharap mahasiswa untuk selalu belajar berwirausaha dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk berkembang.

“Upayakan untuk memiliki jiwa kewirausahaan bukan jiwa pegawai, karena pada dasarnya yang kita ceritakan pada anak cucu akan lebih beragam jangkauanya pada kewirausahaan,” ucapnya dengan diiringi tepuk tangan para hadirin.

Foto : Suasana pelaksanaan seminar entrepreneurship E-Commerce yang digelar FE Unigoro, Kamis, (29/03/2018).

Sementara itu, Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto menyampaikan, bahwa dengan melihat fenomena Bojonegoro sebagai kota minyak namun belum mampu mensejahterakan seluruh rakyatnya.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Agus Supriyanto. Harus disikapi mahasiswa untuk berfikir kreatif dan mampu menangkap peluang seperti E-Commerce. Karena menurutnya, industri digital adalah masa depan industri di Bojonegoro.

“Sebagai mahasiswa harus untuk berindustri kreatif, karena industri kreatif merupakan industri yang terbaharukan seperti halnya pada pola pikir manusia yang tidak pernah berhenti dan terbatas,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana seminar, Moh. Saiful Anam. Menurutnya, saat ini mahasiswa harus berperan menjadi pelopor dan tanggap dalam pemanfaatan teknologi untuk masuk ke era ekonomi digital.

Disampaikan pula, bahwa proses perdagangan saat ini harus peka terhadap kemajuan teknologi. Gaya bisnis baru mulai berkembang dengan mudahnya akses internet. Yang mana proses jual beli tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan dapat dilakukan secara online melalui E-Commerce karena lebih cepat dan praktis.

“Semoga dengan seminar ini, para mahasiswa selain dapat menangkap peluang, juga mampu untuk membantu pelaku usaha bisa menguasai teknologi agar tidak terlibas zaman, Dimana produksi, distribusi, dan sale bisa dilakukan secara efektif di E-Commerce,” harap Moh. Saiful Anam.

Penting diketahui, seminar bisnis online yang diadakan Fakultas Ekonomi (FE) Unigoro tersebut diikuti sangat antusias sampai selesai oleh sebanyak 273 mahasiswa FE Unigoro yang terdiri dari berbagai tingkat semester. *[Bp]

LEAVE A REPLY