Menariknya Berwisata di Waduk Pacal dan Air Terjun Kedung Maor Bojonegoro

608
Foto : Waduk Pacal salah satu destinasi wisata andalan Bojonegoro, yang terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Waduk Pacal sejak diresmikan Belanda tahun 1933 telah menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Waduk yang berada di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini, selain digunakan untuk pengairan lahan pertanian juga sebagai salah satu obyek wisata.

Dengan daya tarik utama bangunan arsitektur khas Belanda, ditambah perjalanan ke lokasi waduk pacal juga berdaya tarik tersendiri. Karena di sepanjang perjalanan kita bisa menikmati keindahan khas hutan jati dan tebing-tebing Pegunungan Kendeng yang dimanfaatkan sebagai ladang masayarakat sekitarpun tak kalah mempesona.

Selain itu, saat musim hujan debit air yang melimpah laksana danau yang amat luasnya, apalalagi di selatan waduk ada semacam ‘pulau’ kecil yang sunggguh menantang untuk disinggahi sejenak bagi para petualang. Begitu melimpahnya air bahkan sampai menembus bawah Jembatan Kedungjati yang juga tak kalah eloknya.

Dari Jembatan Kedungjati ini kita bisa menikmati keindahan Waduk Pacal dengan perbukitan dan pohon-pohon raksasa di sekitarnya. Apalagi saat matahari terbenam, sungguh luar biasa. Bahkan saat penghujan inilah, hampir setiap pagi ratusan pemancing dari dalam dan luar kota memenuhi Waduk Pacal, bila airnya tak terlalu penuh, mereka bisa memakai belasan pulau-pulau kecil sebagai tempat memancing.

Tentunya dengan memanfaatkan perahu milik warga, tak terlalu mahal untuk sekali jalan pulang pergi menuju pulau kecil, tarifnya hanya berkisar Rp 20.000. Bila ingin berwisata kuliner secara alami, di sekitar Waduk Pacal juga tersedia warung-warung yang bersedia membakarkan ikan hasil pancingan, tentunya ikan air tawar.

Begitu masuk musim kemarau, Waduk Pacal yang berjarak 30 km arah selatan dari Kota Bojonegoro atau 30 km arah utara Kabupaten Nganjuk ini, kondisi sekitar waduk berubah fungsi menjadi ladang dan perkebunan bagi masyarakat setempat. Tanah merekah di sekitar menara waduk, seolah membawa ke dunia yang berbeda.

Foto : Sukadi, Kades Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Saat acara penanaman 1000 pohon oleh Aston Hotel dan Fave Hotel kerjasama Perhutani Bojonegoro di Waduk Pacal, Sabtu (17/12/16).
Foto : Sukadi, Kades Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Saat acara penanaman 1000 pohon oleh Aston Hotel dan Fave Hotel kerjasama Perhutani Bojonegoro di Waduk Pacal, Sabtu (17/12/16).

Namun ironis, dibalik pesona keindahan Waduk Pacal. Saat ini pendangkalannya parah, yang mana Waduk Pacal hanya mampu tampung air 21 juta meter kubik, dan mengairi 13 ribu hektare areal persawahan. Padahal ketika awal dibangun, waduk ini mampu menampung 41 juta meter kubik air untuk mengairi 16.600 hektare lahan. Selain itu, banyaknya pohon yang digunduli oleh fihak yang tidak bertanggungjawab.

Menurut Kepala Desa Kedungsumber, Sukadi saat dikonfirmasi, Sabtu (17/12/16). Mengatakan bahwa, Waduk Pacal yang berada di Desanya ini berfungsi pengairan pertanian juga sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Bojonegoro. Yang mana melibatkan 3 fihak yakni Disbudpar Bojonegoro, Pengairan, dan Perhutani. Untuk itu, dalam pengembangannya dibutuhkan sinergitas semua fihak terkait tersebut.

“Selain fihak tersebut, keterlibatan Pemdes Kedungsumber di Waduk Pacal, melalui karang taruna hanya berwenang mengelola lahan parkirnya. Oleh karenanya, Pemdes Kedungsumber belum bisa ikut berbuat banyak dalam pengolahan Waduk Pacal, termasuk menyelesaikan pendangkalannya. Lalu untuk banyaknya hutan yang gundul disekitarnya, saat ini sudah banyak fihak lakukan penanaman pohon kembali,” ujarnya.

Sukadi menambahkan, bahwa selain Waduk Pacal yang seluas 520 hektare. Di Desa Kedungsumber juga ada Air Terjun Kedung Maor. Maka dengan besarnya potensi tersebut, fihaknya berharap sinergitas semua fihak agar Waduk Pacal maupun Air Terjun Kedung Maor bisa dikembangkan lebih baik kedepannya. Baik dikembangkan sisi pertanian maupun wisatanya guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Cukup membayar tiket masuk Rp.6000, kunjungan wisata di Waduk Pacal pada liburan tahun 2016, alami lonjakan pengunjung yang signifikan yakni sebesar 40 persen dibanding tahun 2015. Belum ditambah kunjungan ke air terjun Kedung Maor. Maka harapan kami, kedepan semua fihak dapat dilibatkan lebih jauh untuk bisa bersinergis dalam pengembangan Waduk Pacal maupun Air Terjun Kedung Maor ini,”pungkasnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY