Membuat Renstra Bengawan Solo, Mas Arief Gelar Ngintir Bareng

813
Foto : Acara "Ngintir Bareng Mas Arief", saat start dari Bendungan Gerak Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabuapten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (07/05/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Keberhasilan seorang Kepala Daerah ditentukan berbagai aspek, diantaranya harus menyatu dengan rakyatnya, dan memahami segala problematika daerah juga masyarakatnya, demografi, serta teritorialnya. Sehingga visinya dalam menyelesaikan problematika yang ada mendapatkan keberhasilan yang gemilang.

Hal inilah yang dikerjakan oleh Mas Arief Januarso yang dikenal sebagai seorang tokoh muda Bojonegoro, selama beberapa waktu terakhir ini telah berkeliling ke berbagai pelosok penjuru wilayah Kabupaten Bojonegoro. Seperti pada Minggu (07/05/2017) ini menggelar acara menyusuri daerah hilir Sungai Begawan Solo yang bertema “Ngintir Bareng Mas Arief”.

Mas Arief yang juga sebagai Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Universitas Bojonegoro (Unigoro) menyampaikan, dirinya bersama beberapa petinggi Unigoro menyusuri aliran Sungai Begawan Solo ini menggunakan perahu kayu tradisional, dari Bendungan Gerak Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, hingga Tambangan Pasar Kota Bojonegoro.

“Ngintir bareng ini, untuk mengetahui kondisi Sungai Begawan Solo sepanjang daerah hilir Bojonegoro. Juga untuk mengenang kejayaan Sungai Begawan Solo pada masa lalu yang identik dengan kejayaan Bojonegoro, karena banyak tempat di sepanjang Sungai Begawan Solo ini yang menyimpan nilai sejarah perkembangan peradaban Bojonegoro ini,” ujarnya.

Pria yang juga diberitakan akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro tahun 2018 ini mengungkapkan, pada masa kejayaan Sungai Begawan Solo di Bojonegoro ini menjadi salah satu jalur utama transpotasi bagi para pedagang dan masyarakat serta lainnya dari laut Jawa menuju ke pedalaman pulau Jawa maupun sebaliknya.

“Bojonegoro dan Bengawan Solo ini tak terpisahkan, karena hingga sekarang sebagian masyarakatnya memanfaatkan Bengawan Solo. Mulai dari untuk menyeberanginya, ambil pasirnya, jadikan tanah liat sebagai genteng juga batubata, ambil ikannya. Bahkan 60 persen masyarakat memakai air Bengawan Solo untuk lahan pertaniannya,” ungkap Mas Arief.

Begitu besarnya pontensi tersebut, Mas Arief berharap. Dengan ngintir ini, dirinya mendapakan bahan dalam merumuskan Rencana Strategis (Renstra) dalam bidang Pertanian, Perikanan, Perairan, Industri Kreatif, Wisata, dan lainnya untuk kemajuan pembangunan Bengawan Solo di Bojonegoro yang sesuai dengan keinginan juga kebutuhan masyarakatnya.

“Dengan ngintir ini, selain memahami potensi dan mengingat sejarah kejayaan Bojonegoro. Yang terpenting, kami mendapat bahan untuk merumuskan Renstra dalam pengolaan Sungai Begawan Solo yang merupakan kekayaan alam Bojonegoro secara tepat dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat lebih dirasakan masyarakat banyak,” pungkas Mas Arief. *[Bp]

LEAVE A REPLY