Membangun Silahturahim Santri Dengan Kreasi dan Prestasi Secara Islami

408
Foto : Salah satu peserta Pawai Budaya Santri 2016 Bojonegoro, saat start dari Jl. Mastumapel depan Alun – alun Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dalam rangka Hari Santri Nasional dan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke- 339, Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro menggelar Pawai Budaya Santri 2016, yang bertema “Membangun Silahturahmi Santri dengan Kreasi dan Prestasi Secara Islami”, Minggu (20/11/2016).

Pawai yang dikuti 47 grup, mulai Taman Pendidikan Al Quran (TPA) hingga Madrasah Aliyah (MA) dan umum ini, dihadiri Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro, Kepala Disbudpar, Amir Syahid, Asisten III Pemkab Bojonegoro, Yayan Rohman, Ketum HmI Cabang Bojonegoro, Ahmad Fauzi, Ketum PC PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid serta lainnya.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro, saat memberangkatkan peserta pawai dari start Jl. Mastumapel depan Alun – alun Kabupaten Bojonegoro, berharap bahwa kegiatan kreatifitas seni islami ini dapat dilanjutkan mulai Kabupaten sampai ke Desa, guna sebagai ajang silaturahim dan memupuk generasi cinta Islam.

“Kreatifitas ini harus dilanjutkan dan menjadi kebanggaan warga Bojonegoro, karena inilah ciri khas Bojonegoro yang membedakan dengan daerah lain. Apalagi Bojonegoro saat ini sudah dikenal tingkat nasional sampai internasional,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro, Amir Syahid juga berharap dengan kegiatan ini dapat memunculkan dan melestarikan budaya – budaya Islami di Bojonegoro. Untuk itu, kegiatan ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan yang dilombakan, dan pelaksanaannya akan dibarengkan dengan pawai budaya umum HJB.

“Pawai ini dilombakan sesuai kategorinya, dengan mendapat juara 1, 2, 3 dan Harapan 1 serta 2. Yang mana penilaiannya berdasarkan kreatifitas, inovatif, kerapian, dan keindahan serta tema yang diusungnya. Tujuannya agar budaya Islami ini dapat berkembang dan bisa bersaing dengan budaya – budaya modern,” ujar Amir Syahid.

Perlu diketahui, pawai yang start dari Jl. Mas Tumapel – Imam Bonjol – MH Thamrin – Pangsud – dan finish Jl. AKBPM Soeroko ini, menampilkan beragam kreasi dengan mengenakan pakaian islami. Diantaranya oklek, silat, wali songo, tata cara berhaji lengkap dengan ka’bah dan banyak lagi. Sehingga menyedot perhatian masyarakat yang sedang memanfaatkan Car Free Day di Alun-alun Bojonegoro. *[Bp]

LEAVE A REPLY