Mau Produk Unggulan Bojonegoro, Datangilah Stand Taman Rajekwesi

358
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Hj. Mahfudhoh Suyoto (Baju Merah), saat meresmikan Stand Sentra Produk Unggulan Bojonegoro Taman Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (13/06/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Heri tengah menata beberapa perlengkapan dibantu susi istrinya dan 2 anaknya. Ya hari ini adalah hari pertama bagi pedagang nasi goreng yang saban hari mangkal di trotoar seputaran Eks Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini akan menempati salah satu stand di Sentra Produk Unggulan Bojonegoro Taman Rajekwesi yang usai dibangun Pemkab Bojonegoro.

“Penantian berbulan-bulan akhirnya terselesaikan, bagai saya bisa berjualan di salah satu stand pusat kuliner taman rajekwesi ini diharapkan akan seramai dulu saat saya masih menjadi PKL. Namun saya bahagia karena kini memiliki stand resmi dan tidak usah risau atau khawatir terhadap penertiban lagi,” demikian pengakuan Heri, salah satu PKL yang berjualan nasi goreng kepada media saat mengikuti acara peresmian tersebut, Selasa (16/06/2017).

Lebih lanjut, Heri warga Kelurahan Jetak menuturkan, bahwa untuk satu tahun dia membayar 8 juta 100 rupiah untuk stand, berukuran 3×3. Harga ini relatif terjangkau dengan catatan banyak pengunjung dan dagangannya habis terjual seperti biasanya. Sedang untuk air bersih menjadi tanggungjawab bersama paguyuban pedagang di Sentra Produk Unggulan Bojonegoro Taman Rajekwesi ini.

Hal senada disampaikan Siti Arofah, PKL binaan Baznas Bojonegoro. Pemilik stand jajanan khas Bojonegoro hasil produksi puluhan orang fakir dan dhuafa di Kecamatan Bojonegoro yang juga binaan Baznas Bojonegoro ini menceritakan, bahwa beberapa waktu lalu para pedagang menawar dengan harga 1000 rupiah permeter perhari. Namun setelah tau ada Perda yang mengaturnya para pedagang akhirnya bisa menerima.

“Kedepan, kami berharap agar stand-stand di Sentra Produk Unggulan Bojonegoro Taman Rajekwesi ini ramai pengunjung, sehingga produk kita laku, apalagi keuntungan dari hasil jual beli ini akan kembali untuk membantu keluarga fakir dan dhuafa,” ujar Siti Arofah mengharapkan.

Sementara itu, diawali penyerahan santunan kepada 5 anak yatim perwakilan diwilayah Kabupaten Bojonegoro. Sentra Produk Unggulan Bojonegoro Taman Rajekwesi yang diresmikan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto ini, tampak dihadiri Ketua TP PKK Bojonegoro, Hj. Mahfudhoh Suyoto, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo, Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro, Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki, dan segenap masyarakat.

Kepala Disperindag Kabupaten Bojonegoro, Basuki mengatakan selain Sentra Produk Unggulan Bojonegoro Taman Rajekwesi, Pemkab Bojonegoro telah melakukan berbagai upaya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Yakni mulai Revitalisasi pasar tradisional, Wisata Bintang Kelap Kelip, Membangun beberapa pusat promisi. Seperti galery UMKM dan galery produk unggulan di Bojonegoro, serta lainnya.

“Sentra Produk Unggulan Bojonegoro Taman Rajekwesi ini dulunya adalah Terminal. Kemudian dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau sejak 2014, dengan anggaran 5,1  milyar rupiah oleh DKP. Dan bagian tengah ini, dikembangkan oleh Dinas PU dan Kimpraswil senilai 600 juta rupiah. Untuk itu, kami berterima kasih kepada semua pihak khususnya adalah tim percepatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan Bojonegoro,” ungkap Basuki.

Selanjutnya dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro, Kang Yoto mengatakan, rencana membuat Eks Terminal Rajekwesi ini menjadi kios ini sudah lama. Pada tahun 2010 ada investor yang datang untuk membuat Eks Terminal ini menjadi kawasan bisnis. Namun kala itu, dirinya menolak. Karena dirinya ingin mempersembahkan kawasan Eks Terminal Rajekwesi ini menjadi bagian dari masyarakat khususnya adalah para PKL.

Kang Yoto menambahkan, selain investor disektor desa membuat peningkatan kesejahteraan di desa. Saat ini, pertumbuhan ekonomi kerakyatan sektor UMKM di Bojonegoro sangatlah pesat, Karenanya dengan Kios Taman Rajekwesi ini, semoga bisa mendukung pertumbuhan tersebut. Bahkan harapannya kedepan untuk PKL yang belum tertampung, bisa berjualan di lahan Kodim 0813 yang tepat dibelakang Eks Terminal ini. *[Bp]

LEAVE A REPLY