Mau Jadi Pengusaha Pertanian? Yuukk.. Kembangkan Hidroponik

369
Foto : Anggota Himagri Faperta Unigoro, usai belajar bersama Ibu - Ibu PKK Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (18/02/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Himpunan Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian (Himagri Faperta) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kegiatan ‘Pemanfaatan Limbah Botol dan Lahan Pekarangan dengan Hidroponik’.

Kegiatan yang melibatkan Ibu – ibu TP PKK Desa Sembunglor ini, berlangsung di Balai Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (18/02/2018).

Selaku penanggungjawab kegiatan, Moh. Agung Ali Usman menyampaikan, kegiatan belajar bersama dengan Ibu PKK tersebut dilakukan untuk mengurangi limbah sampah botol plastik yang banyak terbuang sia-sia.

Selain itu, lanjutnya. Botol – botol bekas tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat tanaman hidroponik dan dapat dilakukan di pekarangan rumah yang tak terpakai.

“Seperti yang kita ketahui saat ini banyak sekali limbah botol yang terbuang sia-sia. Dengan adanya kegiatan belajar bersama ini, kami ingin memberikan pelatihan pemanfaatan botol bekas dan pekarangan untuk tanaman hidroponik,” ujarnya.

Menurutnya, pembuatan botol plastik bekas tersebut menjadi wadah hidroponik tidaklah terlalu sulit, sehingga diharapkan mampu untuk segera diterapkan.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unigoro, Ir. Darsan, M. Agr. mengungkapkan, dengan adanya pemanfaatan limbah botol plastik dan pekarangan rumah untuk tanaman hidroponik, selain dapat mempercantik pekarangan ada juga potensi untuk mendapatkan penghasilan dari tanaman hidroponik tersebut.

“Kami tentu berharap, baik mahasiswa maupun Ibu – ibu PKK yang belajar bersama ini dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar. Semisal dengan mengembangkan tanaman hidroponik di pekarangan yang memiliki nilai ekonomis, jika ditekuni dengan baik,” ungkap Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bojonegoro tersebut.

Ditambahkannya, bahkan nilai ekonomi dari tanaman hidroponik ini jika dtambah pengelolaannya secara massal dengan jenis tertentu (Semisal sayuran), maka menjadikan kita berpotensi bisa menjadi pengusaha pertanian yang sukses.

Penting diketahui, Unigoro melalui Faperta dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) selama ini turut aktif melakukan pendampingan di bidang pertanian untuk memajukan dan mengembangkan potensi pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Diantaranya, ada Sekolah Lapang Pertanian (SLP), Pelatihan hidroponik, dan lainnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY