Mantaap..!! Gathering RTIK Bojonegoro Dimeriahkan 150 Peserta

334
Foto : Senior RTIK Bojonegoro, Kak Shela, saat menjadi moderator acara ‘Gathering dan Open Recruitment RTIK Bojonegoro’, Sabtu (24/2/2018).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur P membuka acara ‘Gathering dan Open Recruitment Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bojonegoro’, di Wisma Toyo Aji – Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (24/2/2018).

“Gathering dan Open Recruitment RTIK Bojonegoro ini, bertujuan untuk mengumpulkan pegiat Informasi Teknologi (IT) supaya dapat belajar tentang literasi digital, dan sekaligus untuk penerimaan anggota baru Relawan di bidang IT,” ungkap Ketua RTIK Bojonegoro, Rifaun Na’im (Kak Faun, red) kepada Bengawanpost, usai acara.

Adapun ada beberapa materi yang akan disampaikan pada acara tersebut,  lanjut Kak Faun. Yakni ada materi tentang ‘Sharing Forum’ Bersama ‘ICT Watch’ dan ‘Digital Literacy Siber Kreasi Nasional’ dengan Pemateri Dony Bu (Tenaga Ahli Kementrian Kominfo, Peggiat Lembaga ICT Watch).

“Ada beberapa materi yang akan disampaian dalam acara ini, termasuk diantaranya terkait Peran Nitizen dalam Menjaga Keamanan Pilkada 2018, dan Deklarasi Anti Hoax  dengan narasumber Bupati Bojonegoro, Suyoto dan Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S. Bintoro,” jelas Kak Faun.

Ditambahkannya, dalam rangkaian acara ini, juga dilakukan bakti social lingkungan yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Wedi dan juga Karang Taruna Desa Wedi. Hal itu untuk membentuk kesadaran dan kepekaan semua anggota RTIK Bojonegoro terhadap problematika social dan lingkungan hidupnya.

“Rangkaian acara pada hari kedua (Minggu, 25 Februari 2018, red), kami adakan kegiatan bakti lingkungan bersama Pemdes dan Karang Taruna Desa Wedi,” tambah Kak Faun menerangkan.

Sementara itu, dalam acara yang dilaksanakan Sabtu – Minggu (24 – 25 Februari 2018) ini, terliat berjalan sangat meriah dengan keiikut sertaannya sekitar 150 pelajar dan mahasiswa Se- Bojonegoro sebagai peserta. Bahkan acara semakin meriah dengan kehadiran stakeholder,  Non Government Organization (NGO), dan juga komunitas di Bojonegoro dalam pembukaan acara tersebut. *[Bp]

LEAVE A REPLY