Luncurkan Tema Perpust Keliling, Mahasiswa Unigoro Sabet Juara 3 Bofifest 2017

155
Foto : Wisam Mahdi Muhammad (Mahasiswa FT Unigoro), saat menerima piagam dan piala juara 3 Bofifest 2017, dari Ir. Tedjo Sukmono, MM., selaku perwakilan Pemkab Bojonegoro, Senin (23/10/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bojonegoro Short Film Festival (Bofifest) 2017 atau Festival Film Pendek Bojonegoro merupakan ajang bagi seniman pembuat film yang memiliki kreativitas di dunia perfilman.

Dan Bofifest 2017 yang dilaksanakan oleh Pemkab Bojonegoro bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia dalam rangkaian acara Jonegoroan Creative Fair (JCF) 2017 ini, sebagai bentuk perjuangan bersama dari segenap warga Bojonegoro.

Di tengah proses inilah muncul berbagai kisah inspiratif tentang para pahlawan lokal Bojonegoro yang dalam diam dan dengan caranya masing – masing, terus bergerak melampaui batasnya.

Mereka berangkat dari berbagai latar belakang. Mulai Wirausahawan, Petani, Perajin, Aktivis, Organisasi Lembaga, dan Para Inspirator Perubahan.

Aktivitas mereka inilah yang kemudian diabadikan dalam Bofifest 2017. Hebatnya, Wisam Mahdi Muhammad, mahasiswa semester 4 Prodi Teknik Sipil – Fakultas Teknik (FT) Universitas Bojonegoro (Unigoro) berhasil menjuarai perlombaan tersebut.

Karya filmnya yang berjudul “Kantong Sampah Agung” berhasil menyabet juara 3 dalam Bofifest 2017. Prestasi tersebut patut dibanggakan. Pasalnya, ada ratusan video yang diikutsertakan dalam perlombaan itu. Namun, hanya ada lima pemeneng yaitu juara 1, 2, 3, dan kategori favorit.

Foto : Para Juara Bofifest 2017, Senin (23/10/2017).

Wisam (Sapaan akrabnya, red) sendiri mengikuti lomba tersebut karena memang sudah merupakan hobi. Dan  kebetulan dia bersama dengan komunitas stand-up-nya waktu pembuatan film pendek tersebut.

Film pendek karya Wisam bersama teman komunitasnya bercerita tentang seorang pemuda bernama Agung yang membuat Perpustakaan Keliling, yang biasa mangkal di Alun – Alun atau berputar – putar di Kelurahan Mojokampung, Kecamatan / Kabupaten Bojonegoro.

Perpust Keliling ini menyediakan buku untuk dibaca anak – anak maupun remaja. Untuk  meminjam buku ini, anak – anak tidak membayar dengan uang, melainkan membayar dengan sampah botol bekas.

”Harapan saya, semoga di Bojonegoro makin banyak kompetisi sejenis ini supaya menampung bibit kreatif muda Bojonegoro. Ya.. Apalagi seandainya Unigoro mampu membuat event seperti ini, saya akan sangat mendukungnya. Terima kasih,” ujar Wisam penuh harap, Jum’at (04/05/2018).

Untuk info lengkap terkait Bofifest 2017. Silahkan dibuka link berita Bengawanpost edisi Kamis, 26 Oktober 2017 : http://www.bengawanpost.com/inilah-juara-bojonegoro-short-film-festival-2017/. *[Abay / Bp]

LEAVE A REPLY