Letkol Inf Herry Subagyo Membuka Simulasi Penanggulangan Bencana Migas

441
Foto : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo saat membuka PKDB 2016.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Joint Operating Body Pertamina Petrocina East Java (JOB-PPEJ) bekerjasama dengan Kodim 0813 Bojonegoro menggelar Latihan Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat dan Bencana (PKDB) 2016, di Stadion Letjend Soedirman, Bojonegoro Jatim, Rabu (23/11/2016).

Kegiatan ini diikuti 389 Personel tergabung dalam Tim PKDB, yakni meliputi TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, BPBD, Dinas Perhubungan, Palang Merah Indonesia (PMI), Satpol PP, Linmas Desa Ngampel, Sambiroto dan Linmas Desa Campurejo serta melibatkan ratusan warga masyarakat ring 1 lapangan migas Sukowati.

“Kegiatan ini untuk melatih warga dari 3 Desa yang berada di ring 1 lapangan migas Sukowati, yakni Desa ngampel, Sambiroto dan Desa Campurejo, untuk tanggap bencana jika sewaktu-waktu terjadi bencana kebocoran gas H2S (Hidrogen Sulfida),” ujar Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo saat membuka PKDB 2016.

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo menambahkan, bahwa kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun ini, harus dilaksanakan oleh operator minyak guna mengantisipasi bencana kebocoran gas H2S. Sehingga, saat terjadi bencana warga tidak hanya bingung, tetapi mereka mengetahui apa yang harus mereka lakukan.

“Yang utama adalah bahwa tujuan simulasi ini untuk melatih masyarakat agar tidak mengalami dampak bencana, khususnya yang terjadi di migas,” tandasnya.

Sementara itu, Pelda Supriyanto selaku pengendali latihan mengatakan, bahwa sesuai skenario, bencana migas terjadi dilapangan Sukowati B, di Desa Ngampel. Yang mana terjadi kebocoran gas H2S dari sebuah sumur minyak.

“Dalam simulasi, terjadi kebocoran gas H2S, lalu pihak JOB-PPEJ mengatasi kebocorannya, namun tidak berhasil. Di lain pihak, warga yang ada di ring 1 lapangan migas itu panik, cemas dan khawatir karena mendengar sirine berbunyi,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, sejumlah warga mengalami keracunan gas H2S sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit., juga terjadi penjarahan dirumah-rumah warga yang meninggalkan rumahnya.

“Akibat keracunan gas H2S, banyak warga yang jadi korban yang masuk rumah sakit, namun tidak ada korban jiwa, sebab penanganan dapat diatasi dengan cepat oleh Tim PKDB,” pungkas Pelda Supriyanto. *[Bp]

 

LEAVE A REPLY