Letkol Arh Redinal Dewanto Ajak TNI – Rakyat Menangkal Bahaya Laten Komunisme

191
Foto : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arh Redinal Dewanto, saat menyosialisasikan Balatkom dan Paham Radikal, di Makodim 0813 Bojonegoro, Rabu (06/12/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arh Redinal Dewanto membuka acara “Sosialisasi Bahaya Laten Komunisme (Balatkom) dan Paham Radikal”, di Makodim 0813 Bojonegoro, Rabu (06/12/2017). Acara yang digelar Kodim 0813 Bojonegoro ini, diikutii 80 orang anggota Babinsa dan anggota Persit KCK cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arh Redinal Dewanto menyampaikan, bahwa bahaya laten ideologi komunisme dan radikalisme yang bertentangan dengan ideologi Pancasila pemersatu anak bangsa ini, haruslah senantiasa diwaspadai keberadaan dan segala aktivitasnya di NKRI, karena ideologi komunisme dan paham radikal ini dapat mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI.

“Bahaya laten komunis merupakan ideologi terlarang di NKRI dan pelarangan ini diatur dalam Tap MPRS nomor 25 tahun 1966. Mengingat Bangsa Indonesia pernah mengalami masa kelam yang diakibatkan pemberontakan PKI, maka jangan sampai peristiwa itu terulang kembali terutama bagi anak-anak kita,” ujar Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arh Redinal Dewanto dalam acara ini

Dijelaskannya, bahwa saat ini generasi muda kita seolah-olah lupa atau bisa dikatakan lupa akan sejarah kelam tersebut yang pernah mewarnai perjalanan hidup Bangsa Indonesia.

“Inilah momentum dimana sosialisasi Balatkom menjadi motor para Babinsa dilapangan guna memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang betapa berbahayanya komunisme bagi nilai-nilai luhur persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” jelas Letkol Arh Redinal Dewanto.

Letkol Arh Redinal Dewanto juga menyampaikan, untuk meniingkatkan kewaspadaan dan selalu mampu lakukan deteksi dini dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah binaan para Babinsa. Sehingga bila ada benih-benih komunisme dalam bentuk baru dan juga paham-paham radikalisme maka dapat ditangkal dengan kemanunggalan TNI-rakyat.

Foto : Suasana acara “Sosialisasi Balatkom dan Paham Radikal”, di Makodim 0813 Bojonegoro, Rabu (06/12/2017).

Sementara itu, Danramil 0813-22/Trucuk, Kapten Inf Suko yang tampil sebagai pemateri menjelaskan tentang sejarah berdirinya paham komunisme yang tumbuh di NKRI, dan peristiwa – peristiwa makar berdarah yang dilakukan PKI kepada pemerintahan yang sah hingga jatuh korban jiwa tujuh Pahlawan Revolusi dan ribuan rakyat Indonesia yang kontra terhadap PKI.

“PKI ataupun Komunisme akan selalu mencoba untuk menggantikan Ideologi Pancasila dengan berbagai macam cara, dan melalui kedok cover sehingga mereka mampu masuk ke dalam lapisan masyarakat. Inilah yang sangat perlu kita antisipasi dan waspadai bersama sebab dengan menggunakan paham komunisme dan radikalisme lainnya, mereka akan terus membuat suasana tidak kondusif dalam kehidupan bermasyarakat melalui metode – metode adu domba sampai tercipta chaos dalam masyarakat,” paparnya.

Untuk itulah, lanjut Kapten Inf Suko. Dirinya berharap agar sebagai TNI haruslah  menanamkan 4 Pilar (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI) kepada masyarakat maupun generasi muda, sehingga dapat menjadi senjata ampuh dalam melawan komunisme dan radikalisme yang setiap saat dapat muncul dalam kehidupan Bangsa Indonesia ini. [Bp]

LEAVE A REPLY