Lelang Disperindag Bojonegoro 2016 Hasilkan Rp.112,130 Miliar

487
Foto : Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki saat membuka Pemgembangan Pasar Lelang Daerah Disperindag Bojonegoro 2016

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bertempat di MCM Hotel dan Resto Bojonegoro, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro gelar “Pengembangan Pasar Lelang Daerah 2016”, Selasa (27/09/2016). Kegiatan ini bertujuan membantu pemasaran produk pertanian/peternakan dan memangkas rantai perdagangannya.

Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan 2 kali setahun, karena selama ini meski komoditas pertanian/peternakan harganya tinggi di pasaran, namun petani/peternak belum menikmatinya, bahkan alami kerugian setiap musim panen tiba, padahal mereka garda terdepan ketahanan pangan nasional kita .

“Akibat mata rantai distribusi perdagangan yang panjang selama ini, maka terjadi perbedaan harga yang jauh antara petani dan tengkulak sampai ke pasar. Harapannya dengan pasar lelang ini petani/peternak bisa terwujud kesejahteraannya, karena penjual dan pembeli bisa langsung bertransaksi,” ujarnya bersemangat.

Sementara itu, pasar lelang dihadiri Satker terkait, petani/peternak, Komunitas Dagang di Jatim, NTT dan Maluku ini, ada 17 komoditas. Mulai dari beras, palawija (jagung, kacang, singkong, gaplek, kedelai), rempah-rempah (kunyit, jahe), hortikultura (bawang merah), tembakau, peternakan (telur, daging, hewan ternak hidup) dan lainnya.

Menurut Kasi Eksport Import Disperindag Bojonegoro selaku Ketua panitia pasar lelang, Abdul Aziz, usai pelaksanaan pasar lelang, mengatakan bahwa hasil transaksi pasar lelang kali ini mencapai Rp.112,130 miliar. Hal ini meningkat dibandingkan dengan transaksi serupa pada Agustus tahun lalu yang hanya Rp.39,4 miliar.

“Meningkatnya nilai transaksi pasar lelang kali ini, karena pembelinya meningkat. Tahun lalu pembelinya hanya 5 pembeli, tapi sekarang ada 12 pembeli baik local Bojonegoro maupun dari berbagai daerah di Jatim, NTT dan Maluku. Selain itu, produknya yang semula hanya 14 komoditas, sekarang menjadi 17 komoditas,” pungkasnya. *[Id]

LEAVE A REPLY