Larisnya Kue Dumbek Atas Membeludaknya Makanan Modern di Tuban

683
Foto : Kue Dumbek Khas Kabupaten Tuban dan Sekitarnya

Bengawanpost.com, Tuban – Dalam era Modern saat ini, berbagai jenis makanan bisa didapatkan dengan mudah, termasuk makanan modern yang betaraf internasional. Apalagi dengan berlakunya MEA 2016 juga mempengarui semua sektor, termasuk makanan dari luar negeri pun kini sudah banyak kita dapatkan di pelosok negeri ini. Akibat hal tersebut, maka berpengaruh terhadap minat masyarakat terhadap makanan tradisional.

Namun ada makanan tradisional yang masih diminati masyrakat yakni Kue Dumbek. Kue Dumbek adalah kue tradisional yang nikmat dan lezat, kue dumbek dapat kita jumpai di daerah pesisir pantai utara Jatim maupun Jateng. Kue Dumbek ini terbuat dari bahan-bahan yang sederhana antara lain tepung beras, santan kelapa dan gula jawa yang direbus lalu dibungkus dengan daun lontar, kue ini berwarna coklat yang berasa manis dengan tekstur kenyal.

Kue Dumbek masih menjadi primadona masyarakat di daerah pesisir Pantai Utara Jatim dan Jateng khususnya di Kabupten Rembang, Jateng , Kabupaten Tuban dan Lamongan, Jatim. Hal inilah yang mendorong masyarakatnya untuk menekuni usaha pembuatan Kue Dumbek. Seperti yang ada di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, ada salah satu pengusaha yang bernama Zaenan cukup lama telah menekuni pembuatan Kue Dumbek ini.

“Kue Dumbek banyak sekali diminati warga sekitar, karena rasanya enak dan kenyal. Selain dimakan sendiri, mereka sering memesannya dalam jumlah banyak, untuk oleh-oleh saat bertamu kerumah saudaranya, maupun untuk acara tasyukuran sebagai salah satu isi dalam kotak makanan,” kata Ifa putri Zaenan yang sehari-harinya ikut terjun langsung membuat Due Dumbek, Saat media berkunjung ke tempat usahanya, Rabu (02/03/2016).

Ifa menambahkan bahwa dalam pembuatan dumbek ini, ada beberapa bahan yang kadang mudah dan kadang susah, yakni untuk mendapatkan daun lontar untuk wadah dumbeknya dan mencari tenaga pembuat urung (tempat kue dumbek). “Bila pesanan kue dumbek banyak, saya dan keluarga sering mengerjakan sendiri pembuatan urung, kadang kala juga dibantu tetangga, itupun tidak bisa setiap hari,” tambahnya.

Sementara itu, larisnya Kue Dumbek ini disebabkan selain faktor rasanya yang enak, juga dipengaruhi faktor harganya yang relative murah. Yakni mulai dari harga Rp. 600 – Rp. 1000 perbiji. Harga yang cukup murah inilah yang menjadikan warga menyukainya. Ifa menyampaikan pula, selain penjualannya melalui pemesanan, Kue Dumbeknya dibawa juga ke pasar-pasar terdekat di Kecamatan Plumpang sekitarnya dan selalu laris manis. [St/Red]

LEAVE A REPLY