LAPMI HmI Malang Menulis Untuk Perubahan

493
Foto : Saat Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM, Nuruddin menjadi narasumber dalam Diklat Jurnalistik LAPMI HMI Cabang Malang

Bengawanpost.com, Malang – Bertempat di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Kelurahan Blimbing, Kecamatan/Kota Malang, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI Cabang Malang menggelar kegiatan Diklat Jurnalistik selama 3 hari (09-11 September 2016).

Diklat yang bertema “Menulis Untuk Perubahan” ini, diikuti oleh 20 peserta utusan dari masing-masing institusi komisariat yang ada di lingkup HMI Cabang Malang. Dengan menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan akademisi maupun jurnalis diantaranya Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM, Nuruddin, dan lainnya.

Ketua Umum HMI Cabang Malang, Harianto dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa, maksud diadakannya Diklat ini untuk menunjang pemahaman kader-kader HMI Cabang Malang yang punya minat bakat Jurnalistik tentang dasar-dasar jurnalistik.

“Dengan Diklat ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi mereka untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di dalam dunia jurnalistik, lewat LAPMI HMI Cabang Malang nantinya,” ujarnya, Jum’at (09/09) malam.

Selain itu, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM, Nuruddin, selaku narasumber mengingatkan kepada peserta bahwa penyakit yang paling berbahaya bagi seorang penulis pemula ialah perasaan takut (fobia). Takut salah, takut dibaca orang, dan takut dikritik oleh orang lain, serta menulis jangan mengejar uang.

“Perasaan takut tersebut dapat menghambat jiwa kreatifitas kita dalam berkarya lewat tulisan. Oleh karenanya, sebagai penulis lebih baik berani berbuat meskipun salah daripada tidak berbuat karena takut salah, Lalu yang terpenting biar tulisan kita berkualitas, janganlah mengejar uang,” tandasnya.

Lebih lanjut, Nuruddin menceritakan pengalaman dirinya pada peserta, bahwa sebagai penulis dirinya tidak jarang dikritik oleh pembaca. Bahkan dirinya pernah dikritik oleh ilmuan eropa. Hal tersebut itulah, justru dengan kritikan yang membuat seorang penulis dapat terkenal.

Sementara itu dalam pantauan media, diklat hari pertama ini berlangsung cukup dinamis, dan akan dilanjutkan sampai hari minggu. Peserta selain mendapatkan materi-materi kejurnalistikan, juga akan diajak praktek secara langsung membuat tulisan baik berupa berita, artikel/opini dan lainnya. [Yd/Red]

LEAVE A REPLY