Lantik Pejabat Baru, Bu Anna Harapkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Semakin Baik

195
Foto : Usai dilantik, Yamium, selaku Kades Bungur, Kecamatan Kanor disalami Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, Jum’at (02/08/2019).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro melantik Kepala Desa Pengganti Antar Waktu Desa Bungur, Kecamatan Kanor serta Pelantikan Pejabat Administratur. Pelantikan yang dilaksanakan di Smart City Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (02/08/2019) ini hadir pula Wakil Bupati Bojonegoro, PJ Sekda Kabupaten Bojonegoro serta kepala OPD Kabupaten Bojonegoro.

Penting diketahui, adapun pengangkatan dalam Jabatan Administratur sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Bojonegoro Nomor : 821.2/88/412.301/2019 Tentang Pengangkatan Jabatan Administratur dengan keterangan sebagai berikut : dr. Ratih Wulandari sebelumnya menjabat Kepala Bagian Tata Usaha pada RSUD Kelas B dr. R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro menduduki jabatan baru sebagai Direktur RSUD Kelas D Sumberejo, serta dr. Ani Pujiningrum, M.Kes yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSUD Kelas D Sumberejo menduduki jabatan baru sebagai Direktur RSUD Kelas D Padangan.

Serta Pengangkatan Kepala Desa pengganti antar waktu ini sudah sesuai dengan SK Bupati Bojonegoro Nomor: 188/226/KEP/412.013/2019 yang mana Tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu Desa Bungur Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dengan keterangan; Yamium sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu dengan masa jabatan sampai habis sisa masa jabatan Kepala Desa periode 2014-2020.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah (Bu Anna) dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pejabat lama yang telah mengemban tugas selama ini. serta buat pejabat baru diharapkan dapat langsung menyesuaikan dengan jabatan baru.

“Jangan sampai jabatan yang sangat besar ini di salah gunakan, karena jabatan ini merupakan amanah yang harus diemban dan ada tanggungjawab yang besar didalamnya,” pesan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah.

Bu Anna menambahkan, sektor kesehatan merupakan faktor penentu kualitas dari IPM (Indeks Pembangunan Manusia), dimana jika kesehatan masyarakat suatu daerah rendah maka IPM daerah tersebut juga rendah.

“Untuk meningkatkan kualitas IPM, maka diharapkan pejabat terkait dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di kabupaten Bojonegoro,” pungkas Bu Anna penuh harap. *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY