Keunggulan Bright Gas Terus Disosialisasikan Pertamina

746
Foto : Daftar 24 outlet untuk mendapatkan LPG Non Subsidi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dalam dialog rutin bersama Rakyat, di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Jumat (11/11/2016). Pemkab Bojonegoro dan Pertamina menyosialisasikan LPG Non Subsidi untuk masyarakat yang mampu, seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pengusaha rumah makan, dan Pelaku usaha lainnya.

Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto (Kang Yoto) dalam kesempatan ini menjelaskan, bahwa masyarakat kalangan mampu yang mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG, termasuk diantaranya PNS, sudah seharusnya menggunakan LPG Non Subsidi.

“Peraturannya sudah ada, kepada masyarakat mampu, termasuk PNS. Mari gunakan LPG non subsidi, agar sebagian beban negara dalam subsidi LPG bisa dialihkan untuk hal lain, seperti peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan,” jelas Kang Yoto.

Sementara itu, Operation Area Manager Domestic Gas Region V, Nyoman Sumarjaya mengapresiasi Pemkab Bojonegoro yang telah menghimbau kalangan PNS, dan memberi kesempatan Pertamina untuk menyampaikan keunggulan produk LPG Non Subsidi Pertamina, khususnya Bright Gas 5.5 Kg  dalam dialog public tersebut.

Menurutnya, sejak konversi pada tahun 2007 lalu, Pertamina telah berupaya sebaik mungkin untuk melaksanakan program Pemerintah dalam menyediakan LPG, baik yang bersubsidi maupun yang Non Subsidi, sesuai dengan peruntukannya dan sesuai kuota dari pemerintah untuk LPG Subsidi.

Sedangkan untuk masyarakat yang memang bukan penerima LPG Subsidi, lanjut Nyoman. Bahwa Pertamina menyediakan alternative LPG Non Subsidi, Bright Gas dan LPG 12 Kg. Pertamina juga secara aktif melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam memastikan distribusi LPG 3 Kg bersubsidi agar tepat sasaran. Salah satu output konkritnya kerjasama dengan Pemkab Bojonegoro ini.

“Kami harapkan masyarakat golongan mampu di Bojonegoro merespon positif LPG non subsidi Pertamina jenis Bright Gas dan LPG 12 Kg ini, dan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkannya, maka kami akan terus memperluas jaringan penjualan LPG non subsidi tersebut,” ucap Nyoman ke media di sela-sela acara.

Selain itu dalam kesempatan ini, Sandi Rahardian selaku Sales Executive LPG rayon 3 meliputi Bojonegoro, Gresik, Lamongan dan Tuban menyampaikan, bahwa di Bojonegoro telah hadir Bright Gas 5,5 Kg, yang lebih aman karena dilengkapi Double Spindle Valve System untuk mencegah kebocoran, dan lebih ringan dari LPG 12 kg.

Selanjutnya Sandi menerangkan, bahwa harga refil Bright Gas 5,5 Kg Rp.61,500 dan tabungnya Rp.260,000, jadi total Rp.321,500. Untuk mendapatkan Bright Gas hari ini ada promo khusus, yaitu beli tabung gratis isi.

“Selain itu, ada promo lain yaitu bawa 2 tabung LPG 3 kg, ditukar 1 tabung Bright Gas 5,5 kg, ditambah uang sebesar Rp.99,500, atau bawa 1 tabung LPG 3 kg, ditukar 1 tabung Bright Gas 5,5 kg dengan tambahan Rp.208,500,” terang Sandi.

Seusai acara, Bupati Bojonegoro Kang Yoto didampingi Operation Area Manager Domestic Gas MOR V, Nyoman Sumarjaya memberikan secara simbolis tabung LPG Non Subsidi Bright Gas kepada perwakilan PNS, sebagai deklarasi penggunaan LPG Non Subisdi di kalangan PNS Kabupaten Bojonegoro.

Perlu diketahui, saat ini di Kabupaten Bojonegoro ada 24 outlet LPG Non Subsidi, termasuk diantaranya 8 SPBU yang menjual Bright Gas baik Bright Gas 5.5 Kg, dan 12 Kg. Jumlah ini akan terus ditambah seiring dengan meningkatnya minat masyarakat. *[Bp]

 

LEAVE A REPLY