Ketika Tim Verifikasi Kabupaten Layak Anak Kunjungi Bojonegoro

269
Foto : Sekda Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono, saat pemaparan dihadapan Rombongan Tim Verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nasional, Rabu (21/06/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono menerima Rombongan Tim Verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nasional, di Ruang Partnership Lantai 4 Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (21/06/2017).

“Indikator Pembangunan Manusia (IPM) terkait anak di Kabupaten Bojonegoro tahun 2016, yakni 66,17 dan pertumbuhan ekonomi diangka 5,99 persen,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Soehadi saat mengawali pemaparannya dihadapan Rombongan Tim Verifikasi ini.

Dijelaskan angka harapan hidup, yakni 70,58, angka melek huruf 98,99, dan angka kematian bayi di Bojonegoro di angka 35,00. Sedangkan untuk prevelensi gizi buruk 0,52 serta pendampingan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dapat diselesaikan sejumlah 64 kasus. dan rata rata lama sekolah 7,24.

Dari indikator KLA penguatan kelembagaan. Diantaranya adalah Pembentukan Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak (P3A), Pembentukan Gugus Tugas KLA Kabupaten Bojonegoro. Pembentukan rumah pintar yang terintegrasi dengan Rumah Inovasi Cerdas. Pembentukan forum anak Kabupaten Bojonegoro dan pelatihan konvensi hak anak tentang sekolah ramah anak puskesmas ramah anak.

Sekda Soehadi Moeljono menambahkan, bahwa dari sisi anggaran pemenuhan hak dan perlindungan anak ditahun 2015, alokasi anggaran yang disediakan oleh Pemkab mencapai 1 trilyun 531 milyar 834 juta 971 ribu 916 rupiah, dan ditahun 2016 mencapai 1 trilyun 593 milyar 836 juta 319 ribu 601 rupiah.

Selanjutnya untuk program kegiatan berperspektif gender dan anak di bidang pendidikan melalui beberapa hal yakni adanya Gerakan Ayo Sekolah (GAS), DAK pendidikan bagi pelajar SMA sederajat 2 juta rupiah per anak per tahun. Juga ada Adiwiyata mandiri, Edukasi Agroguna, Pelatihan Difabel, Sekolah ramah anak dan Rumah inovasi cerdas yang terintegrasi dengan 3 layanan rumah pintar, TBM dan Perpustakaan Desa.

Lalu dibidang kesehatan meliputi beberapa aspek yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro melalui Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), Kartu Posyandu Sehat (KPS), Poskestren, Sapa Keluarga Dengan Kasih (Sagasih), Kabupaten Welas Asih dan Puskesmas Ramah Anak.

Diakhir paparannya Sekda Soehadi Moeljono mengungkapkan, bahwa pencapaian Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Bojonegoro adalah deklarasi Kabupaten Bojonegoro sebagai Kabupaten Layak Anak pada tanggal 25 November 2014.

“Kabupaten Bojonegoro mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Pratama pada tahun 2015. Bahkan telah terbentuk Forum Anak tingkat kecamatan dan desa di 12 kecamatan. Yakni Kecamatan Kalitidu, Sumberejo, Kedungadem, Baureno, Kepohbaru, Malo, Padangan, Kasiman, Sugihwaras, Bubulan, Kapas dan Kecamatan Ngambon,” papar Sekda Soehadi Moeljono.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nasional, dr. Erna Ningsih dalam kesempatan ini mengucapkan, bahwa tim ini terdiri dari berbagai kalangan mulai Tim Verifikasi Independent, Tim Ahli dan dari beberapa kementerian.

“Verifikasi ini adalah untuk melihat kelengkapan dokumen dan aplikasi riil dilapangan Kita akan melakukan kroscek langsung dari apa yang telah dilaporkan dengan penerapan dilapangan yang disertai dengan bukti bukti pendukung,” ucap dr Erna Ningsih.

Selain itu, dr. Erna menjelaskan, agar tidak terpaku pada nilai yang saat ini didapat, menurutnya saat ini bagus bisa sebaliknya jatuh setelah verifikasi lapangan. Begitu pula sebaliknya yang saat ini nilainya rendah bisa naik setelah verifikasi lapangan. Jadi nilai belum menentukan sebelum adanya kunjungan tim verifikasi lapangan.

“Kepada seluruh Gugus Tugas KLA Bojonegoro ingin mendengarkan langsung upaya yang telah dilakukan oleh masing-masing gugus tugas sehingga akan meyakinkan bahwa apa yang dilaporkan memang sudah diaplikasikan dilapangan,” pungkas dr. Erna menjelaskan. *[Bp]

LEAVE A REPLY