Ketika Teknologi Informasi Dipakai Guru SD di Bojonegoro Berlatih PTK

591
Foto : 35 Guru SD Se- Kabupaten Bojonegoro, saat ikuti "Pelatihan Pembuatan Karya Tulis Ilmiah dalam bentuk PTK berbasis Teknologi Informasi", di PBG Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (06/02/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Sebanyak 35 guru Sekolah Dasar (SD) Se- Bojonegoro mengikuti pelatihan pembuatan karya tulis ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis Teknologi Informasi (TI), yang dilaksanakan di Gedung Pusat Belajar Guru ( PBG) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (06/02/2017).

Adapun 35 guru tersebut terdiri dari perwakilan 26 SD di 16 kecamatan Se- Kabupaten Bojonegoro. Yakni Kecamatan Balen, Kapas, Sukosewu, Bojonegoro Kota, Kepohbaru, Ngasem, Ngraho, Sumberejo, Temayang, Kanor, Dander, Baureno, Kasiman, Kedungadem, Kecamatan Kalitidu, dan Kecamatan Ngambon

Ketua RTIK Bojonegoro, Rifaun Naim (Faun) menyampaikan, pelatihan ini merupakan serangkaian program peningkatan keterampilan, dan pengelolaan kelas yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan bahan ajar, dan mendokumentasikan kegiatan belajar mengajar.

“Pelatihan yang diprakarsai EMCL, dengan difasilitasi Relawan TIK Bojonegoro ini, kerjasama Guru Ahli PBG Bojonegoro, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, serta keterampilan guru sebagai tenaga pendidik di era digital ini,” ujar Ketua RTIK Bojonegoro, Rifaun Naim (Faun).

Faun menambahkan, peserta diajari bagaimana membuat karya ilmiah dalam berbagai format yang bisa diaplikasikan pada teknologi digital. Misalnya membuat materi ajar melalui video tutorial atau aplikasi berbasis android. Harapannya dengan pelatihan ini, para peserta dapat menggunakan TI untuk mempermudah proses belajar mengajar.

Hal senada dijelaskan salah satu Guru Ahli PBG Bojonegoro, Nurul Hidayah. Menurutnya dalam pelatihan pembuatan karya tulis ilmiah pada tahap pertama mengajarkan guru membuat sebuah PTK yang sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah. Selanjutnya diteruskan dengan penulisan jurnal online.

“Menulis karya ilmiah, baik dalam bentuk PTK ataupun jurnal, diharapkan bisa melatih pemikiran ilmiah guru. Karena dalam karya ilmiah, hasil pemikiran ilmiah pada suatu disiplin ilmu tertentu yang disusun secara matematis ilmiah, logis, benar, bertanggungjawab, serta menggunakan bahasa yang baik dan benar,” jelasnya.

Nurul juga menyampaikan, arah pelatihan ini lebih difokuskan untuk memanfaatkan media TI. Karena karya tulis ilmiah itu bukan sekedar mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya penelitian seperti uang, bahan, dan alat., tetapi juga mempertanggungjawabkan penulisan karya ilmiah tersebut secara teknis dan materi.

Sementara itu dalam sambutannya, Perwakilan EMCL, Beta Wicaksono menyampaikan, bahwa program ini sebagai bentuk komitmen EMCL kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Bojonegoro. Selain itu, Beta menyampaikan kegiatan operasi EMCL, dan program EMCL di wilayah Blok Cepu.

“Terima kasih kepada masyarakat Bojonegoro yang telah mendukung kesuksesan proyek negara di Lapangan Banyu Urip selama ini. EMCL berharap dengan pelatihan ini bisa sebagai bentuk komitmen EMCL kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Bojonegoro,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Hanafi mengapresisasi komitmen EMCL dalam memprakarsai pelatihan ini. Dirinya berharap melalui kegiatan seperti ini, para guru bisa meningkatkan kemampuannya menciptakan metode belajar yang efektif, aplikatif, dan mengikuti perkembangan TI.

“Komitmen EMCL dalam pengembangan pendidikan di Bojonegoro ini patut dicontoh. Untuk itu, kita harus bisa membuktikan bahwa pendidikan di Bojonegoro semakin maju, dengan para guru bisa meningkatkan kemampuannya dalam menciptakan metode belajar yang efektif, aplikatif, dan mengikuti perkembangan teknologi,” pungkasnya. *[Bp]

LEAVE A REPLY