Ketika Prof. DR. Malik Fadjar Beri Kuliah Tamu di STITM Bojonegoro

118
Foto : Anggota Watimpres RI, Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar saat berikan kuliah tamu, di STITM Bojonegoro, Kamis (03/08/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Watimpres RI), Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Bojonegoro menyempatkan memberikan kuliah tamu, di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (STITM) Bojonegoro, Kamis (03/08/2017).

Mengawali kuliahnya, mantan Mendiknas ini menyampaikan hadist nabi “Al Islami ya’lu wa laa yu’la alaihi” Islam itu tinggi/mulia dan tidak ada yang lebih tinggi dari padanya, maka jangan dipersulit.

Selanjutnya, Pria yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengobarkan semangat 257 mahasiswa dan segenap civitas akademika STITM Bojonegoro untuk terus berjuan memajukan pendidikan di Bojonegoro ini.

“Orang boleh tidak punya uang, bahakn boleh tidak punya barang. Tapi orang harus punya cita cita. Itulah yang kami jadikan modal untuk membangun UMM yang pada tahun 1986 hanya memiliki 600 mahasiswa,” tandas Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar memberikan semangat kepada hadirin.

Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar menambahkan, bahwa selain modal cita-cita, yang harus dimiliki untuk mewujudkan cita cita besar, yakni harus memiliki kerja keras, dan kompak. Hal inilah yang akan menjadikan Muhammadiyah yang besar akan semakin tampak dari apa yang dilakukannya.

“Sebagai gerakan da’wah, Muhammadiyah harus riil berbuat untuk ummat Islam yang besar ini. Meski mata kuliah Kemuhammadiyahan di Sekolah – Sekolah Muhammadiyah yang hanya 8 SKS, namun akan lebih bermakna jika terimplementasi dalam kehidupan ummat,” tambahnya.

Diahir kuliahnya, Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar meminta seluruh civitas akademika STITM Bojonegoro harus menjemput Mahasiswa dan mengantarkan sampai selesai dan berkualitas.

“Mohon kepada seluruh civitas akademika STITM Bojonegoro harus niat ikhlas dalam berbuat. Dan jangan lupa dosen dan mahasiswa untuk selalu rajin membaca,” pesannya.

Pasca kegiatan tersebut, beberapa alumni juga berkumpul guna membicarakan kemajuan STITM Bojonegoro. Drs. Sugito selaku Ketua Forum Alumni STITM Bojonegoro yang saat ini duduk di wakil ketua DPRD Bojonegoro menyampaikan bahwa STITM Bojonegoro kedepan bisa menjadi emberio lahirnya Universitas Muhammadiyah Bojonegoro.

“STITM Bojonegoro ini bisa saja menjadi emberio lahirnya Universitas Muhammadiyah Bojonegoro. Hal ini sepanjang kekuatan alumni dibangun dengan baik, dan pihak STITM Bojonegoro merespon cita cita besar ini,” harap Drs. Sugito.

Hal senada juga disampaikan alumni lainnya, M.Yazid Mar’i. Menurutnya, untuk mewujudkan STITM Bojonegoro menjadi embrio Universitas Muhammadiyah Bojonegoro, maka perlu segera dimulai langkah nyata untuk membesarkan STITM Bojonegoro dengan membentuk tim bersama antara alumni dan Civitas akademika STITM Bojonegoro

Sementara itu, Drs.Zenul Arifin mewakili Ketua STITM Bojonegoro merespon baik keinginan alumni tersebut. *[Zid]

LEAVE A REPLY