Ketika Prof. Djoko Santoso Titip KKN UNAIR Surabaya di Bojonegoro

657
Foto : Asisten II Pemkab Bojonegoro, Drs. Setyo Yuliono, saat terima Wakil Rektor I UNAIR, Prof. Djoko Santoso (Bertopi) untuk KKN Mahasiswa UNAIR Surabaya di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Selasa (17/01/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Masa mahasiswa merupakan masa yang cukup memiliki banyak kenangan. Banyak hal menarik yang terjadi semasa kuliah. Baik kegiatan perkuliahan maupun kegiatan diluar perkuliahan. Ada stigma yang mengatakan belum lengkap jadi mahasiswa kalau belum Skripsi sama KKN.

Bertempat di pendopo Malowopati, Selasa (17/01/2017) diadakan Penerimaan Mahasiswa KKN-BBM Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya di Kabupaten Bojonegoro. Acara ini untuk menyambut mahasiswa UNAIR yang mau mengabdi dan mempraktekkan ilmu yang telah didapat guna diterapkan di masyarakat Bojonegoro.

Dalam sambutannya Wakil Rektor I UNAIR, Prof. Djoko Santoso, dr. SP. PD. KGH. Ph. D. FINASIM., berterima kasih kepada Bupati Bojonegoro, karena memberikan kesempatan mahasiswa UNAIR mengamalkan ilmu yang telah didapatkan dibangku kuliah untuk diterapkan kepada masyarakat, baik ilmu sosial maupun ilmu eksakta.

“Saya menitipkan kepada bapak ibu pejabat disini untuk menjaga para anak-anak Mahasiwa Unair. Begitu juga para Mahasiswa untuk menjaga tingkah lakunya selama menjalani KKN di Kabupaten Bojonegoro ini, diharapkan dapat menjaga nama baik UNAIR itu sendiri,” ujar Prof. Djoko Santoso.

Selain itu, Prof. Djoko Santoso mengungkapkan, bahwa mahasiwa UNAIR yang akan mengabdi dan mempraktekkan ilmunya dalam KKN kali ini berjumlah 743 Mahsiswa, dan akan disebar ke 4 kecamatan se- Kabupaten Bojonegoro. Yakni di Kecamatan Balen, Kecamatan Baureno, Kecamatan Sumberrejo, Kecamatan Kepoh Baru.

Foto : Mahasiswa UNAIR Surabaya yang akan KKN di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur,
Foto : Mahasiswa UNAIR Surabaya yang akan KKN di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur,

Menanggapi permintaan tersebut, Asisten II Pemkab Bojonegoro, Drs. Setyo Yuliono mempersilahkan bagi para Mahasiswa Unair untuk mempraktekkan atau menerapkan ilmunya yang telah didapatkan kepada masyarakat Bojonegoro, apalagi Bojonegoro sebagai Kabupaten yang sudah OGP harus bisa bekerjasama dengan semua fihak.

“Bojonegoro merupakan Kabupaten OGP (Open Government Partnership), jadi kita merupakan kabupaten terbuka terhadap informasi publik, dan membuka kerjasama terhadap siapapun termasuk dengan UNAIR. Karena kita percaya bahwa untuk maju tidak bisa sendiri tapi harus bisa bekerjasama dengan berbagai pihak,” kata Asisten II.

Asisten II Setyo Yuliono menambahkan, bahwa Pemkab Bojonegoro juga berterima kasih kepada UNAIR yang rutin menjadikan Bojonegoro sebagai tempat KKN, dan berharap semoga kegiatan KKN UNAIR ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Bojonegoro, serta bermanfaat buat adek-adek mahasiswa Unair. **[Bp]

LEAVE A REPLY