Ketika Mas Arif Bekali Menwa Mahasurya Jatim Materi Anti Korupsi

547
Foto : Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januarso, M.Si. (Mas Arif), saat menerima cindramata dalam Diklatsar Menwa Mahasurya Jawa Timur angkatan ke- 70 dan Suskalak angkatan ke- 33, Kamis (02/03/17).

Bengawanpost.com, Malang – Untuk mencetak generasi mahasiswa yang tangguh disegala bidang, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januarso, M.Si. (Mas Arif) memberikan materi “Anti Korupsi”, dalam Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahasurya Jawa Timur angkatan ke- 70 dan Suskalak angkatan ke- 33.

Diklatsar yang berlangsung di Aula Sudirman, Dodikjur Rindam V Brawijaya Malang, Jawa Timur ini, diikuti 371 personil Menwa dan akan berlangsung selama 21 hari, sampai tanggal 18 Maret 2017. Dengan pemberian berbagai materi diantaranya Undang – undang Pertahanan Negara, Anti Korupsi, Tata Upacara Militer (TUM), dan materi lainnya.

Foto : Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januarso, M.Si. (Mas Arif) saat pemberikan materi “Anti Korupsi” di hadapan 371 personil Diklatsar Menwa Mahasurya Jawa Timur, Kamis (02/03/17).
Foto : Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januarso, M.Si. (Mas Arif), ketika sampaikan materi “Anti Korupsi” di hadapan 371 personil Diklatsar Menwa Mahasurya Jawa Timur, Kamis (02/03/17).

“Integritas dan loyalitas tinggi harus ditingkatkan di segala aspek agar menjadi pemimpin terbaik, sehingga dapat melakukan pencegahan maupun menangani korupsi. Semoga Menwa bisa menjadi contoh dalam penerapannya baik di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujar Mas Arif dalam pemberian materinya hari ke- 4 Diklatsar tersebut, Kamis (02/03/17).

Sementara itu, salah satu pelatih Diklatsar, Serma Soleh dalam kesempatan ini mengapresiasi materi yang disampaikan Mas Arif ini. Menurutnya materi “Anti Korupsi” itu sangat berarti bagi anggota Menwa untuk kehidupannya mendatang, karena sebagai Menwa bukan ketrampilan saja yang diperlukan, namun Menwa juga harus berintegritas dan berloyalitas tinggi. *[Bp]

LEAVE A REPLY