Ketika Direktorat PAUD Kemendikbud RI Sosialisasikan PAUD 1 Tahun

278
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto bersama Direktur Pembinaan PAUD - Kemendikbud RI, R. Ella Yulaelawati R., M. A., Ph.D. usai Sosialisasi Penuntasan Ikut PAUD Satu Tahun Pra SD”, Jum’at (28/04/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Betempat di ruang Angling Darma Pemkab Bojonegoro, Jum’at (28/04/2017). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) lewat Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menggelar “Sosialisasi Penuntasan Ikut PAUD Satu Tahun Pra SD”.

Kepala Dinas Pendidikan Hanafi MM menyampaikan, kegiatan ini di support penuh oleh Direktorat PAUD – Kemendikbud RI. Di Bojonegoro ada 1982 lembaga pendidikan tingkat TK/RA, KB, TPA, dan SPS dengan total jumlah ada 9000 murid. Bagi lembaga pendidikan ini merupakan kesempatan bagus bagi pendidikan Indonesia karena akan menciptakan para pejuang bangsa.

“Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sendiri memiliki kompetisi yang baik, karena yang didata bukan yang sudah ada saja, tapi yang masih dalam kandungan pun sudah di data. Ini bentuk kompetisi dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak. Kompetisi yang baik ini diharapkan dapat membentuk karakter anak PAUD yang lebih baik,” ujarnya.

Masih dalam kesempatan ini, Bupati Bojonegoro, Kang Yoto dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Anak PAUD diharapkan dikenalkan buku rencana hidup. Dimulai mimpinya apa, cara menggapai mimpinya gimana, mau sekolah apa. Sehingga orang tua harus mendampingi apa yang menjadi keinginan anak.

“Saya teringat dulu ketika saya mau diikutkan lomba cerdas cermat, saya dibuatkan buku oleh guru saya pak suparno, yakni buku tentang rencana hidup. Disitu isinya mengenai apa yang menjadi target saya dalam mencapai tujuan, dan bagaimana caranya. Buku tersebut yang membuat saya bisa menjadi juara lomba tersebut, dan satu-satunya anak disekolah tersebut yang menjadi Bupati,” ungkap Kang Yoto.

Menurutnya, hal tersebut akan mengokohkan apa yang menjadi apa yang dicita -citakannya dari kecil. Bahwa penting sekali perencanaan hidup sejak dini tersebut untuk mengajarkan agar fokus kepada apa yang dituju dan direncanakan.

Selain itu, Kang Yoto menyampaika, bahwa dulu ketika saya pergi ke daerah Kecamatan Gondang tepatnya di Desa Kenongo, saya teringat akan ucapan anak – anak sekolah disitu yang ketika saya tanya rencana hidup mereka, maka dengan polosnya mereka menjawab “ingin membangun dusun ini.

“Sebenarnya semangat anak – anak ini untuk memajukan daerahnya, memajukan negara dan bangsanya sudah ada tinggal bagaimana kita menjaga semangat tersebut terus menyala dan tetap ada,” tandas Kang Yoto.

Maka dari itu, lanjut Kang Yoto. Ada 7 nilai kehidupan yang perlu ditanamkan kepada anak-anak. Yaitu : Pertama, Selalu punya niat baik, sehingga apa yang dikerjakan, dicitakan selalu memiliki niatan yang baik sebelum melangkah maju kedepan.

Kedua, Harus mampu berkarya yang laku (amal soleh) bagi orang lain. Artinya karya kita yang sesungguhnya adalah dapat membahagiakan atau bermanfaat bagi orang lain, karena itu merupakan amal soleh bagi kita.

Ketiga, Harus memiliki keterampilan komunikasi, karena kedepan tantangan kita ke depan akan bersaing dengan baik. Sehingga diperlukan keterampilan komunikasi untuk menarik perhatian dunia.

Keempat, Kemampuan berpikir kritis bukan sinis, karena apabila sejak kecil mengajarkan berpikir kritis berarti mengajarkan anak – anak untuk mencari permasalahan yang ada.

Kelima, Keterampilan berkolaborasi. Artinya bagaimana mereka belajar berorganisasi. Belajar bekerjasama dengan orang yang berbeda pemikiran dan sudut pandangnya.

Keenam, Memiliki kemampuan kreatif dan inovatif, sebab sekarang ini merupakan era perlombaan dan kompetisi ekonomi. Maka hal ini mengharuskan setiap orang memiliki kreatifitas dan inovasi.

Ketujuh, Harus memiliki keterampilan hidup bahagia. Caranya, yaitu dengan cara ridlo, sabar, syukur, mujahadah (optimis), ikhlas.

“Ketujuah nilai kehidupan tersebut bila ditanamkan sejak dini, maka saya yakin anak – anak akan memiliki pemikiran yang berkembang dan tidak terkekang,” imbuh Kang Yoto..

Sementara itu, Direktur Pembinaan PAUD – Kemendikbud RI, R. Ella Yulaelawati R., M. A., Ph.D menyampaikan, bahwa usia 0 – 5 tahun merupakan usia emas. Pada usia tersebut harus di isi dengan hal-hal positif, apa yang diberikan pada usia tersebut merupakan usia rentan. Karena apabila diisi dengan hal positif akan jadi positiv, apabila diisi dengan negatif maka akan menjadi negatif.

“Memberikan pendidikan anak merupakan bekal pembangunan bangsa kita. jika berpikir 50 tahun kedepan tanamlah pohon, jika berpikir 100 tahun kedepan tanamlah pendidikan anak – anak sejak dini. Hal merupakan bibit terhadap pembenihan bangsa. Kelak nanti anak-anak tersebutlah yang dapat membangun bangsa kita menjadi lebih baik,” pesannya.

Ella Yulaelawati, Ph.D. menambahakan, namun hal tersebut banyak memiliki kendala diantaranya adalah dari jumlah sekitar 600 ribu guru PAUD, hanya 300 ribu yang sarjana, dan 70%nya merupakan sarja PAUD. Hal ini menjadikan banyak guru PAUD yang tidak atau belum bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh anak-anak, karena guru PAUD tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu.

“Seharusnya para guru tersebut harus mengikuti diklat sebelum mengajar di PAUD. Sehingga nanti kedepannya dapat memiliki kompetensi yang baik. Saya teringat akan perkataan guru PAUD disuatu daerah bahwa dalam mengajar PAUD itu harus SATU JUTA DUA RATUS yang artinya Sabar Tulus Jujur Tabah Dua Rajin Terus Menerus. Itu artinya kita mengajar anak PAUD tersebut harus dengan ketulusan dan kesabaran agar bisa membuat anak berkembang dan berpikiran maju kedepan,” tandasnya.

Ella Yulaelawati, Ph.D. juga menyampaikan, sekarang kita harus menganggap PAUD sebagai investasi bukan sebagai politik anggaran, karena akan tidak sesuai jika dianggap sebagai politik anggaran. Sebab politik anggaran itu hanya akan berfokus pada pembangunan fisik dan kegiatan, bukan berfokus pada kegiatan yang dapat membangun mental dan karakter anak-anak yang tangguh dan berpikiran maju kedepan.

“Anak merupakan anugerah yang tak ternilai, jadi kita ingin yang terbaik buat anak kita sejak kecil mendapat pendidikan yang layak. Dan ini merupakan investasi jangka panjang buat pembangunan bangsa. Karena kita mendidik anak-anak yang kelak akan menjadi pejuang perubahan bangsa ke arah yang lebih baik,” tandas Ella Yulaelawati, Ph.D.

Sesudah sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda peresmian sosialisasi Penuntasan Ikut PAUD satu tahun pra SD. Serta pemberian bantuan dari Direktorat Pendidikan PAUD – Kemendikbud RI sebesar 365 juta rupiah kepada PAUD di Kabupaten Bojonegoro. *[Bp]

LEAVE A REPLY