Ketika di Bojonegoro, Wantimpres Prof. Dr. Malik Fadjar Sampaikan ini..

292
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto dan jajaran Forpimda, diantaranya Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo, Ketua DPRD Bojonegoro, Hj. Mitro'atin, dan lainnya, saat menerima Kunker Anggota Wantimpres, Prof. Dr. A. Malik Fadjar, Kamis (03/08/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Prof. Dr. A. Malik Fadjar dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Bojonegoro disambut hangat Bupati Bojonegoro, Kang Yoto dan jajaran Forpimda, diantaranya Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo, Kamis (03/08/2017) pukul 09.00 WIB.

Adapun tujuan kedatangan Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar bersama 5 anggota Staf Wantimpres ini, untuk menghimpun informasi mengenai perkembangan pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Bojonegoro.

Setelah ramah-tamah dirumah dinas Bupati Bojonegoro, Prof. Dr. A. Malik Fadjar diajak melihat-lihat OGP di Bojonegoro. Mulai dari pelayanan, serta pelaporan keuangan yang ada di Bojonegoro ini. Kemudian dilanjutkan rapat bersama Bupati dan jajaran Forpimda Kabupaten Bojonegoro, diruang collaborating Gedung Pemkab Bojonegoro.

Dalam rapat tersebut, Bupati Kang Yoto menyampaikan bahwa Bojonegoro yang sekarang berbeda dengan Bojonegoro yang dulu. Dulu Bojonegoro tahun 2000 No.1 daerah termiskin di Jawa Timur, sekarang sudah bisa berada pada No.11.

“Saat ini, Bojonegoro berhasil keluar dari 10 besar daerah termiskin di Jawa Timur. Ini semua berkat kerja keras kita semua, tidak hanya pemerintah saja. Dan untuk merubah itu, kita berjuang lama. Kita mulai membangun SDM yang ada di Bojonegoro ini. Yakni mulai dari Pendidikan, Kesehatan, dan Ketrampilan,” ujar Kang Yoto.

Kang Yoto menambahkan, Pemkab sendiri berkomitmen untuk kemajuan pendidikan di Bojonegoro, hal ini dengan memberikan bantuan kepada anak-anak sekolah, serta pengawasannya kita serahkan kepada kepala desa, lurah, dan juga camat. Sehingga nanti kalau ada yang sudah dapat bantuan pendidikan tapi tidak sekolah bisa langsung ketahuan.

“Kami sudah berikan subsidi sekolah bagi anak-anak yang masih usia sekolah, dan kami salurkan langsung melalui Pemerintah Desa. Sehingga, yang mengontrol langsung Pemdes setempat,” ujarnya

Bupati Bojonegoro Drs. H. Suyoto, M. Si., juga mengungkapkan bahwa pendidikan di Bojonegoro sudah berjalan dengan baik, dan seluruh anak-anak yang ada di Kabupaten Bojonegoro wajib ikut dalam program pendidikan 12 tahun.

“Anak Bojonegoro wajib ikuti program pendidikan 12 tahun, tak terkecuali bagi anak-anak yang putus sekolah diwajibkan untuk tetap sekolah. Walaupun bagi anak-anak perempuan yang keadaannya sudah berbeda yaitu hamil karena sudah dinikahkan untuk tetap sekolah, jika malu diikutkan dalam paket C,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Kang Yoto mengatakan, bahwa ada juga bantuan pelatihan kepada lulusan SMA/SMK dan sederajat untuk dapat memiliki ketrampilan. Sehingga nanti untuk menghadapi dunia kerja mereka sudah memiliki bekal ketrampilan Hidup yang cukup.

“Saat ini Bojonegoro membuat 9 ketrampilan Hidup yang diajarkan sejak PAUD, sehingga anak kita tidak perlu untuk ditanya cita-cita. Namun dengan memiliki ketrampilan yang memadahi ini, maka yang perlu kita tanyakan adalah dimana dia akan hidup dan dengan cara apa nanti akan bisa mengira-ngira apa yang harus dilakukan,” katanya.

Ditambahkan juga, untuk hubungan antara Legislatif dan Pemerintah Daerah sangatlah baik. Terbukti dengan selalu berdiskusi bersama-sama mencari solusi yang terbaik, untuk pembangunan dan masalah yang dihadapi di Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya, kepada instansi lain seperti TNI, Kepolisian dan Kejaksaan serta instansi lainnya, Pemerintah Daerah juga telah memfasilitasi seluruh kebutuhan yang perlu dukungan, namun hal tersebut belum didukung oleh Instansi pusatnya.

“Jika terjadi konflik sosial yang melibatkan tentang keagamaan, bersama seluruh unsur Forpimda dengan umat agamanya duduk bersama mencari solusi untuk menyelesaikannya,” tandas Bupati Kang Yoto menjelaskan.

Lebih lanjut Kang Yoto menjelaskan, terkait gerakan kesehatan masyarakat. Dalam hal ini Pemkab lewat Dawis (dasa wisma) selalu mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Karena dengan kebersihan dan kesehatan, maka masyarakat Bojonegoro akan bisa hidup bahagia.

Sementara itu, Prof. Dr. A. Malik Fadjar dalam pengarahannya menyampaikan, bahwa kunci utama suksesnya pendidikan adalah kebersamaan. Karenanya pendidikan jangan lagi hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, namun juga menjadi tanggungjawab bersama, baik masyarakat, LSM, tokoh masyarakat. Sehingga dengan pendidikan yang bagus maka mutu dan kualitas anak didik kita juga akan meningkat.

Selanjutnya Prof. Dr. A. Malik Fadjar menanggapi tentang peran faktor kesehatan dan kebersihan juga sangat penting dalam kemajuan Bojonegoro. Menurutnya, Kesehatan juga bisa dikatakan sebagi alat ukur untuk menilai daerah tersebut bagus dalam pembangunannya.

“Dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatan, maka hal ini dapat menunjukkan semakin besar kesadaran masyarakat di daerah tersebut. Seperti halnya tadi yang dikatakan Kang Yoto bahwa Pemkab lewat Dawis selalu mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” pungkas Prof. Dr. A. Malik Fadjar. *[Bp]

LEAVE A REPLY