Ketika Desa Plesungan Bojonegoro Masuk 4 Besar Lomba Desa Tingkat Jawa Timur

437
Foto : H. Mochamad Choiri SH, M.Si. (Depan Berkacamata) Kades Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat hadiri Rakor persiapan penilaian lapang perlombaam Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2017, Selasa (09/05/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Satu persatu Desa di Kabupaten Bojonegoro terus berbenah, tak hanya bersolek secara infrastruktur namun bergeliat dalam pembangunan di segala bidang dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya adalah Desa Plesungan, Kecamatan Kapas yang berhasil mewakili Kabupaten Bojonegoro di lomba Desa dan Kelurahan tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2017.

Hal ini terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan penilaian lapang perlombaam Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar pada hari Selasa (09/05/2017) pagi di Synergy Room lantai 6 gedung Pemkab Bojonegoro.

Asisten I Pemkab Bojonegoro, Djoko Lukito saat mengawali rapat ini mengatakan, penilaian akan dilakukan pada hari sabtu tanggal 13 Mei 2017. Untuk itu, kita harus mempersiapkan lomba ini dengan maksimal meski waktu yang hanya tinggal hitungan dua hari. Apalagi di lomba desa ini kita selama beberapa tahun ini selalu gagal masuk nominasi.

“Kabupaten Bojonegoro diajang lomba desa kita pernah masuk nominasi terakhir di tahun 1994. Karenanya kita harus mempersiapkan ini dengan maksimal utamanya adalah segera untuk melakukan pendampingan di Desa untuk melihat dari dekat apa kekurangan dan suporting apa yang diberikan oleh Dinas terkait,” kata Djoko Lukito.

Sementara itu, Kepala Desa Plesungan, H. Mochamad Choiri SH, M.Si., yang hadir dalam Rakor ini menjelaskan, desanya masuk di tingkat Provinsi Jawa Timur dalam kriteria desa berkembang pesat. Hal ini setelah lolos penilaian administrasi yang dilakukan oleh Tim Propinsi Jawa Timur. Lalu tahap berikutnya akan adakan penilaian lapang.

“Dalam penilaian lapang ini, nantinya adalah seluruh kemampuan dan potensi desa akan ditampilkan mulai kegiatan inovasi yang dilakukan. Apalagi desa ini pernah menjadi juara harapan I desa sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur, maka unsur unsur desa sehat dengan segala komponennya agar turut mendukung dan disajikan,” jelas Choiri.

Choiri mengakui, bahwa pihaknya sudah berusaha maksimal untuk menyajikan yang terbaik namun membutuhkan dukungan dari lintas sektoral. Dia mengungkapkan kekurangannya adalah masalah dukungan infrastruktur. Untuk mengatasi kekurangan, maka pihak desa siap menyiapkan tenaga sedangkan dukungan lain harus di pikul bersama.

Masih dalam kesempatan ini, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Bojonegoro, Drs. Ec. Djumari memaparkan sasaran penilaian lapang ini Yang pertama adalah bidang pemerintahan, penilaian ini meliputi Pemerintah Desa, kinerja, inisiatif dan kreatifitas dalam.pemberdayaan masyarakat, desa berbasis teknologi e-government serta pelestarian adat dan budaya.

Selanjutnya penilaian Kedua pada bidang kewilayahan, meliputi identitas desa, batas desa, inovasi desa, tanggap dan siaga bencana dan pengaturan investasi.

Penilaian yang ketiga adalah bidang kemasyarakatan meliputi partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, PKK, keamanan dan ketertiban, pendidikan, kesehatan, ekonomi, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Perlu diketahui, dalam nominator empat besar perlombaam Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2017 ini, Kabupaten Bojonegoro akan bersaing dengan kota Madiun, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pacitan. *[Bp]

LEAVE A REPLY