Kendalikan Hama Tanamam di Gayam, Unigoro Gelar SLP 2019

115
Foto : Ketua YSB - Unigoro, Mas Arief Januwarso, saat sosialisasikan Program SLP tahun 2019 kepada para petani, di Balai Desa / Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jum'at (11/01/2019) siang.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Tim LPPM Universitas Bojonegoro (Unigoro) meyosialisasikan Sekolah Lapang Pertanian (SLP) tahun 2019 yang merupakan program dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), di Desa / Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (11/01/2019) siang.

Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Gayam ini, diikuti oleh 38 peserta yang merupakan petani dan taruna tani di desa setempat, dan dihadiri perwakilan EMCL, Ichwan Arifin, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, M. Soleh.

Selain itu, tampak hadir pula perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Puji Harto, SP., Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Unigoro, Mas Arief Januwarso, dan Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, M.Hum.

Dalam sambutannya, Ketua YSB – Unigoro, Mas Arief Januwarso mengapresiasi komitmen dari EMCL untuk kembali menyelenggarakan Program SLP, yang pada tahun ini difokuskan pada pengendalian hama tanaman menggunakan metode refugia. Dimana metode ini diharapkan mampu menggantikan peran pestisida kimia, sehingga dapat menekan biaya produksi para petani.

“Program Sekolah Lapang ini merupakan yang ke-3 yang diselenggarakan oleh EMCL bersama Unigoro, di tahun ini akan berfokus pada penggunaan bahan alami untuk pestisida hama yang diharapkan dapat mengurangi biaya produksi petani,” tuturnya.

Pihaknya juga berharap, komitmen dari para petani untuk nantinya dapat rutin dalam mengikuti program ini, agar dapat membawa dampak yang baik untuk peningkatan hasil pertanian.

Sementara itu, Ichwan Arifin, perwakilan EMCL menegaskan, bahwa program SLP ini merupakan komitmen untuk mendampingi petani, khusunya di wilayah sekitar produksi minyak, untuk tetap menjaga produktifitas pertanian dan bahkan meningkatkan hasil pertaniannya.

“Program ini bagian dari komitmen EMCL, yang turut memberikan kontribusi positif bagi kegiatan kemasyarakatan, sekaligus menjawab kekhawatiran adanya dampak dari kegiatan produksi minyak. Komitmen kami untuk mendampingi petani, agar dapat mengelola lahan pertanian dan dapat meningkat produktifitas,” ungkapnya di hadapan para petani.

Penting diketahui, kegiatan sosialisasi hari ini merupakan yang terakhir, setelah sebelumnya dilakukan di 3 desa lainnya, yakni Desa Brabowan, Bonorejo dan Mojodelik, Kecamatan Gayam. Kemudian usai  sosialisasi, akan dilaksanakan pendampingan dan pelatihan bagi 135 peserta SLP yang nantinya akan rutin di gelar setiap seminggu sekali. *[Bp]

LEAVE A REPLY