Kembangkan Ekonomi Kreatif, Bojonegoro MoU Dengan Bekraf

512
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto bersama Deputi VI Bekraf, Endah W. Sulistianti, saat penandatanganan MoU Pengembangan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (31/03/2017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Untuk pengembangan potensi ekonomi kreatif di Bojonegoro, Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah (Deputi VI) Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Endah W. Sulistianti menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, di Pendopo Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (31/03/2017).

Turut hadir pula Direktur Hubungan Antarlembaga Dalam Negeri Bekraf, Hassan Abud, dan dari Pemkab  Bojonegoro dihadiri Kepala Dinas (Kadin) Perindustrian dan Tenaga Kerja, Agus Supriyanto, serta Kepala Bidang (Kabid) Industri Kimia Elektronika Logam Mesin Tekstil dan Aneka (KEMELTA), Siti Mutmainah, juga lainnya.

“Dengan adanya MoU ini diharapkan kerjasama pengembangan ekonomi kreatif  menjadi lebih maksimal dan berkelanjutan. Kami mengharapkan Pemkab Bojonegoro membuat Komisi Film Daerah sebagai sarana untuk promosi pariwisata dan perfilman di daerah,” ujar Deputi VI Bekraf, Endah W. Sulistianti dalam sambutannya.

Menanggapi hal tersebut, Kang yoto menyampaikan, masyarakat Bojonegoro harus naik kelas. Produk industri kreatifnya harus bisa sesuai dengan selera pasar. Untuk itu para pelakunya harus lebih gaul lagi, harus banyak belajar dari orang lain yang lebih pengalaman”. Seperti apa yang dikatakan oleh Arva pemilik arva mode salah satu IKM di Bojonegoro.

“Semoga dengan adanya MOU ini, dapat menumbuh kembangkan ekonomi kreatif di Bojonegoro. Setidaknya hal ini memberikan peluang kepada IKM untuk mendapatkan pelajaran mulai dari memahami pasar, inovasi produk, pengemasan, hingga ke penjualan dengan memanfaatkan teknologi yang salah satunyadengan social media,” harapnya.

Sementara itu, Kadin Perindustrian dan Tenaga Kerja, Agus Supriyanto menyampaikan, saat ini Bekraf dan Pemkab Bojonegoro sepakat untuk bekerjasama lingkup riset, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif, akses permodalan, infrastruktur dan pemasaran, fasilitasi hak kekayaan intelektual dan hubungan antarlembaga dan wilayah.

Lebih lanjut Agus menyampaikan, namun Bojonegoro belum memiliki dinas khusus yang menangani ekonomi kreatif. Bidang ekonomi kreatif ini masih melekat pada salah satu tugas Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Untuk itu, dengan MoU ini akan ditindaklanjuti secara detil dalam teknisnya dengan adanya Perjanjian Kerjasama ini.

Selain itu, Agus mengatakan, bahwa Bojonegoro selama ini dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas (migas), akan tetapi masyarakatnya lebih banyak bergantung di sektor agraris salah satu potensi lain yang masih dikembangkan yaitu ekonomi kreatif berbasis kekayaan alam dan intelektual kekayaan alam masyarakat Bojonegoro.

Semoga MoU antara Pemkab dan Bekraf dmenjadi solusi untuk bersama – sama mengatasi permasalahan dalam menggali dan mengembangkan ekonomi kreatif dalam hal ini seperti musik, film, seni pertunjukan, fesyen, seni kriya dan Kuliner khas jonegoroan yang  masih belum tertangani secara optimal”, kata Agus seraya berharap. *[Bp]

LEAVE A REPLY