Kasus AIDS Merajalela, UKM Kependudukan Unigoro Ajak Pemuda Melawannya

329
Foto : Ketua YSB - Unigoro, Mas Arief Januwarso, saat menerima bunga dan pita merah dari UKM Kependudukan Unigoro pada peringatan Hari AIDS Sedunia 2018, di Kampus Unigoro, Kamis (06/12/2018) pagi.

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2018, UKM Kependudukan Universitas Bojonegoro (Unigoro) melakukan aksi bagi-bagi bunga dan pita merah, sebagai bentuk kepedulian dan edukasi pencegahan HIV/AIDS.

Kegiatan tersebut dilakukan dilingkup Kampus Unigoro pada Kamis (06/12/2018) pagi, dengan diikuti oleh 130-an mahasiswa Unigoro dan melibatkan seluruh Fakultas, Dosen dan karyawan Unigoro.

Para mahasiswa yang terlibat menyematkan pita dan memberikan bunga kepada setiap mahasiswa yang datang ke Kampus Unigoro, dan juga kepada dosen hingga Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Unigoro, Mas Arief Januwarso.

Dra. Ida Swasanti, selaku pembina UKM Kependudukan Unigoro mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa saat ini merupakan bentuk kepedulian akan bahaya HIV/AIDS yang marak terjadi utamanya dikalangan generasi muda.

Ditambahkannya, bahwa kegiatan saat ini tidak hanya simbolis melakukan bagi-bagi bunga dan pita merah namun juga sosialisasi kepada para generasi muda, khususnya dikalangan mahasiswa Unigoro agar dapat menjaga diri dari bahaya HIV/AIDS.

“Kegiatan saat ini dilakukan karena mahasiswa peduli akan bahaya HIV/AIDS yang setiap saat bisa menjadi ancaman. Harapannya agar mereka bisa memproteksi diri atau minimal memahami apa itu HIV/AIDS, sehingga dapat mencegah penyebarannya untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungannya,” ucap Dosen Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik (FISIP) Unigoro tersebut.

Disampaikan pula, sosialisasi perlu dilakukan juga untuk memberi edukasi kepada masyarakat bahwa para penderita HIV/AIDS tidak boleh didiskriminasi dan dijauhi.

“Tentu kita juga ingin mensosialisasikan, bahwa penyebaran HIV/AIDS itu tidak terjadi jika hanya bersentuhan atau ngobrol, sehingga para penderita HIV/AIDS tidak dijauhi, yang harus dijauhi adalah penyakitnya,” imbuh Dra. Ida Swasanti.

Sementara itu Ketua YSB – Unigoro, Mas Arief Januwarso mengapresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa, khususnya UKM Kependudukan Unigoro. Karena hal ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa Unigoro untuk bersama-sama mencegah HIV/AIDS.

“Ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa akan penyakit HIV/AIDS yang merusak masa depan dan generasi bangsa, juga sangat penting untuk paham apa penyebab dan bagaimana penularan HIV agar generasi muda tidak salah dalam memperlakukan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS),” ujar Mas Arief Januwarso.

Penting diketahui, Hari AIDS Sedunia sendiri diperingati setiap 1 Desember, dan hingga saat ini kasus AIDS di Indonesia masih cukup tinggi serta meningkat setiap tahunnya. Karena perilaku seks bebas dan penyalahgunaan narkoba menjadi faktor penyebab seseorang terkena HIV/AIDS.

Untuk menyikapinya, maka pada Minggu (09/12/2018), UKM Kependudukan Unigoro bersama LSM Pita Merah Bojonegoro melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang HIV/AIDS kepada masyarakat dalam kegiatan Car Free Day di kawasan Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. *[Bp]

data bojonegoro

LEAVE A REPLY