Kang Yoto Paparkan Implementasi E-Government

631
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto di hadapan sejumlah Kementerian dan Lembaga Negara, saat pemaparan implementasi E-Government di kantor Kemenpan-RB RI, Jakarta, Kamis (05/01/2016).

Bengawanpost.com, Jakarta – Bertempat di kantor Kemenpan-RB RI, Jakarta, Kamis (05/01/2016). Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto memaparkan implementasi E-Government dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pemaparan yang langsung dipimpin Menteri PAN-RB RI, Asman Abnur ini, dihadiri sejumlah Kementerian dan Lembaga Negara, diantaranya Bappenas, Kantor Staf Presiden, Kementerian Kominfo, Lembaga Sandi Negara dan lainnya.

Dalam paparannya, Bupati Bojonegoro menceritakan tentang Bojonegoro yang dulunya adalah daerah yang memiliki sejarah kemiskinan panjang, dan dengan berbagai tantangan yang dihadapi, masalah-masalah yang ada serta bagaimana menyelesaikan berbagai permasalahan dengan dukungan teknologi yang diterapkan di Bojonegoro.

“Beberapa aplikasi telah diterapkan dan dikembangkan terkait dengan pelayanan masyarakat, pengaduan, keterbukaan pemerintahan, bahkan sampai dengan sistem keterbukaan anggaran keuangan desa,” jelas Bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini.

Bupati Bojonegoro, Kang Yoto  menambahkan E-Government bukanlah adu proyek IT, namun apa yg dilakukan dan di inisiasi Bojonegoro adalah untuk menyelesaikan problem yang ada, bukan money follow program namun money follow problem, dan IT adalah pendukung untuk menciptakan tepat sasaran, akuntabel dan terbuka.

“Salah satu bentuk aplikasi yang menjadi inisiasi Bojonegoro adalah Open Data Contract (ODC), yang juga merupakan salah satu poin rencana aksi Open Government Partnership (OGP) 2017,” ungkap Kang Yoto.

Lebih jauh Kang Yoto memaparkan, bahwa dengan ODC ini akan membuka seluruh rangkaian tata kelola dan proses bisnis pemerintah sejak perencanaan, penganggaran, pelaksanaan belanja barang jasa, pengawasan dan pelaporan yang terintegrasi sebagai siklus yang terus berjalan,

“Karena birokrasi ini kerjanya ya merencanakan, ya melaksanakan sekaligus melaporkan. Sehingga harapannya dengan E-Government ini, maka pembangunan akan tepat sasaran, akuntabel dan terbuka, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pembangunan,” papar Kang Yoto.

Sementara itu, “Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Bojonegoro selama ini, selanjutnya keberhasilan ini akan diteruskan ke daerah lain. Bahkan kalau perlu, Bojonegoro langsung terjun ngajarin beberapa daerah lain di Indonesia,” ujar Menteri PAN-RB RI, Asman Abnur dalam kesempatan ini. *[Bp]

LEAVE A REPLY